Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berupaya mendorong pembangunan Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Pasalnya jembatan tersebut telah dalam kondisi retak.
Pada lokasi tersebut terdapat dua jembatan yang merupakan penghubung dari Kecamatan Baleendah menuju Dayeuhkolot atau sebaliknya. Dua jembatan tersebut adalah jalur vital yang kerap digunakan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu jembatan yang berada di area timur telah diperbaiki oleh Pemprov Jabar. Kemudian satu jembatan berada di bagian barat yang kerap disebut Jembatan Sasak Geulis belum dilakukan perbaikan.
Kondisi jembatan tersebut mengalami keretakan dan kerusakan struktur. Untuk menjaga konektivitas, jembatan sementara (bailey) yang dibangun sejak tahun 2022 masih digunakan dengan batas maksimal beban 5 ton.
Pada jembatan darurat tersebut kondisinya pun sudah mengkhawatirkan. Besi-besi bailey tersebut beberapa telah mengelupas yang membuat pengendara harus berhati-hati ketika melintas.
Hal tersebut sempat membuat geram masyarakat. Bahkan beberapa masyarakat sempat melakukan aksi dengan memasang spanduk protes untuk segera dilakukan perbaikan.
Aksi protes tersebut sempat viral di sosial media instagram. Kemudian aksi protes tersebut langsung direspon secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pembangunan jembatan tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun 2026. Namun saat ini masih dalam proses yang akan dilakukan Pemprov Jawa Barat.
Adanya permintaan pembangunan tersebut, Pemkab Bandung terus berupaya mendorong pembangunan jembatan tersebut bisa segera dilakukan. Sehingga masyarakat bisa melintas jembatan tersebut dengan aman dan nyaman.
"Untuk informasi yang saya terima, sebenarnya agendanya (pembangunan) akan dilaksanakan pada tahun ini ya. Kemarin viral lagi, kenapa, karena kami juga sudah mengusulkan terus," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna saat kegiatan Hari Pers Nasional (HPN), di Sekretariat PWI Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026).
Dadang mengungkapkan, usulan pembangunan tersebut telah diajukan secara lisan maupun tertulis. Makanya dirinya akan berupaya berkoordinasi dengan kementerian terkait.
"Nah, tapi kalau seandainya ini menunggu ambrol dulu, mungkin nanti akan saya sampaikan kepada Menteri PU ataupun kepada pemerintah pusat secara langsung. Ya, karena ini membahayakan juga sebelum adanya korban juga," katanya.
Pihaknya pun meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk jalan provinsi yang tidak dikelola dengan baik dikembalikan statusnya ke Jalan Kabupaten. Menurutnya perbaikan atau pembangunan tidak harus menunggu waktu yang lama.
"Maka alangkah bijaknya setiap program ini, coba kepala daerahnya ditanya gitu. Silakan saja selesaikan dengan tugas fungsi masing-masing bahwa ini jalan provinsi dan kebutuhan dan termasuk misalkan kewenangan provinsi ya tolong perbaiki dan perhatikan. Itu saja saran saya dan mohon," jelasnya.
Sementara itu, beberapa elemen masyarakat sudah mulai resah terkait kondisi jembatan tersebut. Sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi protes dengan membuat spanduk.
"Kalau alasan pemasangan spanduk sih munculnya karena kekecewaan kami sebagai putra daerah di Dayeuhkolot kecewa akan lambatnya pembangunan infrastruktur jembatan Dayeuhkolot yang sudah 4 tahun mengalami kerusakan ataupun keretakan namun tak kunjung diperbaiki," ucap Juru Bicara Gerakan Masyarakat (Gema) Kabupaten Bandung, Abi Muhamad Rafli, kepada awak media.
Sejumlah elemen masyarakat tersebut memasangkan spanduk bernada protes. Salah satu isi protesnya adalah kurang kepeduliannya pemerintah dalam menangani permasalahan jembatan tersebut.
"Iya itu muncul ketika kami melihat laporan dokumen anggaran tahun kemarin. Ternyata anggarannya cukup besar, namun terhadap jembatan Dayeuhkolot ini kurang juga kepeduliannya dan kami merasa Kabupaten Bandung ini seperti di anak tirikan oleh Provinsi Jawa Barat. Makanya kami menulis demikian gitu," kata Rafli.
Rafli mengungkapkan, pemasangan spanduk tersebut dilakukan pada Jumat (6/2/2026) lalu. Menurutnya salah satu tuntutannya adalah yang terpenting bisa segera dilakukan pembangunan pada jembatan tersebut.
"Iya kalau tuntutan dari Gema sebetulnya sangat simpel. Kita ingin segera diperbaiki Jembatan Dayeuhkolot, itu aja satu gitu. Tidak ada yang lainnya cukup diperbaiki saja. Kan karena menyangkut hak warga atas keselamatan dan juga keamanan jalan gitu kan," bebernya.
Aksi tersebut langsung direspons oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kemudian rencananya pembangunan jembatan tersebut akan dianggarkan pada tahun 2026.
"Iya sudah ada pernyataan dari Gubernur Jawa Barat kemarin sudah dianggarkan dan juga sudah direncanakan akan dibangun pada tahun 2026. Artinya kami perlu mengawal gitu, janji-janji tersebut karena janji-janji serupa pun dari tahun-tahun sebelumnya sudah muncul," pungkasnya.
(sud/sud)
