Sebanyak 496 ruang kelas SD di Kabupaten Cianjur rusak berat, bahkan sebagian besarnya tidak bisa digunakan. Dengan anggaran yang tersedia, butuh lebih dari 10 tahun untuk memperbaiki fasilitas pendidikan tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur Rifki Mohammad Ramdan menyebut 496 ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah di Cianjur, mulai dari wilayah Utara, perkotaan, hingga Selatan Cianjur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 9.000 ruang kelas di Cianjur, hampir 5 persennya rusak berat," kata dia saat ditemui di SDN Ibu Siti Jenab 1, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, ratusan ruang kelas tersebut masuk dalam kategori rusak berat dengan tingkat kerusakan di atas 70 persen. "Sebagian besar sudah tidak bisa digunakan lagi. Karena atapnya ambruk, atau dindingnya rusak. Sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan kegiatan belajar mengajar," kata dia.
Dia menjelaskan kerusakan tersebut dipicu faktor usia bangunan. "Rata-rata usianya sudah puluhan tahun atau sudah tua, sehingga rusak," kata dia.
Rifki menjelaskan, dengan ketersediaan anggaran yang ada, Pemkab Cianjur hanya mampu memperbaiki sekitar 30 ruang kelas setiap tahunnya. "Dengan begitu butuh lebih dari 10 tahun untuk menuntaskan semuanya hingga kembali layak digunakan," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, Disdikpora Kabupaten Cianjur terus berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan ruang kelas.
"Kita coba upayakan agar dapat bantuan keuangan dari provinsi dan pusat. Diharapkan jumlah alokasi perbaikan ruang kelas bertambah, sehingga tidak perlu menunggu 10 tahun untuk menuntaskan semuanya," kata dia
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Ramzi mengatakan dirinya juga sudah bertemu langsung dengan Kementerian Pendidikan terkait kondisi fasilitas pendidikan di Cianjur.
"Sebelum lebaran sudah bertemu, dan beberapa hari lalu juga kami ke Kementerian Pendidikan lagi untuk membahas kondisi pendidikan Cianjur. Ada beberapa program yang bisa dialokasikan untuk Cianjur, salah satunya untuk perbaikan ruang kelas," kata dia.
Dia mengatakan dengan bantuan dari pemerintah pusat, diharapkan perbaikan fasilitas pendidikan bisa berjalan lebih cepat. "Kalau beres dalam 5 tahun sulit, tapi yang jelas akan ada percepatan pembangunan ruang kelas yang rusak," pungkasnya.
(iqk/iqk)
