Tragedi maut di perlintasan kereta Bekasi Timur mendapat perhatian serius pemerintah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh perlintasan kereta di Jawa Barat diamankan, mulai dari pemasangan palang pintu hingga sistem otomatis berbasis digital.
Permintaan itu muncul setelah insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang. Salah satu sorotan utama adalah perlintasan sebidang yang dijaga secara manual oleh warga.
Dedi menegaskan hal seperti itu tak lagi bisa dipertahankan. Ia menginginkan seluruh perlintasan sebidang di Jabar memiliki palang pintu otomatis demi meminimalkan kejadian serupa.
"Bukan hanya untuk wilayah Kota Bekasi, seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat harus menggunakan pintu lintasan otomatis, baik pintu lintasan yang jalannya resmi maupun tidak resmi. Karena kalau ada musibah, tidak pernah bertanya musibah mana jalan resmi dan mana jalan tidak resmi," ucap Dedi, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, sistem otomatis jauh lebih andal dibandingkan penjagaan manual yang rentan terhadap kelelahan dan kelalaian manusia. Dengan sistem digital, respons bisa konsisten dan risiko kecelakaan ditekan secara signifikan.
Simak Video "Video Pramono-Dedi Mulyadi Asyik Ngobrol di Acara Rapat Koordinasi KPK"
(bba/mso)