Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Satu korban dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Kota Bekasi.
Sekadar diketahui, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi pada Senin (27/4) malam di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Pada Selasa (28/4), PT KAI melaporkan sebanyak 15 orang meninggal dunia. Dengan adanya tambahan korban terbaru, jumlah korban meninggal kini menjadi 16 orang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kondisi terbaru korban usai menjenguk pasien di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026). "Pasiennya kalau secara umum sudah membaik tinggal yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi tapi mudah-mudahan bisa sembuh," ujar Dedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi mengungkapkan, sebagian korban yang dirawat menunjukkan perkembangan positif. Ia mengaku sempat berinteraksi langsung dengan sejumlah pasien.
"Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa saya ajak bicara," kata Dedi.
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Ellya Niken Prastiwi menjelaskan hingga saat ini terdapat 22 korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. "Hari ini, per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga, dan qadarullah satu baru saja meninggal," katanya.
Ellya menambahkan sejumlah pasien yang dirawat, khususnya di ruang ICU, telah menjalani tindakan operasi. "Semuanya yang di ICU kemarin sudah dalam pasca operasi," jelas Ellya.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(tsy/sud)
