Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (24/4/2026). Mulai dari kasus penganiayaan yang menimpa seorang pria di Garut sampai dipaksa memakan kotoran ayam, hingga teror begal berpistol yang menembak warga di Bandung.
Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:
Pria Garut Dianiaya Hingga Dipaksa Makan Kotoran Ayam
Nasib memilukan dialami Ahmad (24), pria asal Garut, Jawa Barat (Jabar). Dia menjadi korban penculikan dan pengeroyokan hingga babak belur, bahkan dipaksa untuk memakan kotoran ayam.
Aksi itu terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Garut. Empat orang telah ditangkap dengan motif salah seorang pelaku merasa cemburu setelah menduga korban sebagai penyebab perceraiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban dipukuli kemudian diculik saat sedang memperbaiki ban mobilnya di bengkel," ucap Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono, Jumat (24/4/2026).
Semuanya berawal saat korban melakukan takziah kepada nenek dari pacarnya yang meninggal dunia di hari Senin, (20/4). Di momen duka itu, tak disangka, datang DN (32), salah satu pelakunya, yang notabene merupakan mantan suami dari pacar korban.
Tanpa pemicu yang jelas, cekcok pun pecah di sana. DN bahkan memukuli korban, meskipun kemudian kejadian itu bisa dilerai.
Singkat cerita, hari pun berlalu. Baik Ahmad maupun DN, sama-sama pulang ke rumah masing-masing. Namun, rupanya DN masih menaruh dendam kepada Ahmad.
Patri menjelaskan, pada hari saat kejadian itu, DN mengajak tiga orang saudaranya, yakni AK (28), MR (37) dan CS (46) untuk mendatangi Ahmad. Ahmad kemudian berhasil ditemui mereka di sebuah bengkel. Kala itu, Ahmad diketahui sedang mampir, untuk menambal ban mobilnya yang mengalami kebocoran.
Tanpa basa-basi, DN menghajar Ahmad. Ketiga saudaranya juga ikut membantu. Mereka memaksa Ahmad untuk naik ke satu dari dua sepeda motor yang dibawa mereka ke lokasi.
"Korban kemudian diculik, dan dibawa ke rumah tersangka DN," katanya.
Di rumah DN, Ahmad dipukuli. Tidak hanya mendapatkan kekerasan dari para pelaku, Ahmad juga mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari para pelaku.
Menurut Patri, Ahmad disiram oli bekas yang dicampur air. Tak hanya itu, Ahmad juga dipaksa untuk memakan kotoran ayam oleh tersangka DN.
"Korban juga mengalami perlakuan yang tidak manusiawi. Disiram cairan kotor, kemudian dipaksa memakan sesuatu yang tidak manusiawi (makan kotoran ayam)," katanya.
Belakangan diketahui, jika asmara menjadi motif di balik aksi penganiayaan dan penculikan ini. Menurut Patri, berdasarkan keterangan tersangka, DN mengaku cemburu buta karena mantan istrinya kini memiliki hubungan dengan korban.
"Motifnya asmara. Jadi tersangka DN tidak terima karena mantan istrinya kini sudah memiliki pria idaman lain," ucap Patri.
Beruntung nyawa korban selamat. Dia ditinggalkan para pelaku setelah penyiksaan tersebut berakhir. Dalam kondisi sadar, korban langsung mendatangi kantor polisi untuk melapor.
Polisi kemudian meringkus empat pelaku yakni DN, AK, MR, dan CS pada Kamis (23/4). Mayoritas pelaku merupakan warga Kecamatan Cikajang.
Patri menambahkan, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 450 KUHP tentang Penculikan dan Pasal 262 KUHP tentang Pengeroyokan.
"Ancaman hukumannya bisa sampai 12 tahun penjara," pungkas Patri.
Gagal Rampas Ponsel, Begal Berpistol Tembak Warga di Bandung
Warga Kota Bandung dihebohkan dengan aksi kejahatan jalanan menggunakan senjata api di Jalan Gunung Batu, Kota Bandung. Peristiwa mencekam ini menimpa dua orang warga yang sedang berada di depan sebuah ruko.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di media sosial Instagram, terlihat dua orang pria berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matik berhenti di pinggir jalan. Keduanya tampak mengenakan jaket berwarna hitam dan biru.
Dalam rekaman tersebut, pria berjaket biru turun dari motor dan menghampiri dua pemuda yang sedang asyik nongkrong di kursi kayu. Sementara itu, satu pelaku lainnya tetap bersiaga di atas motor dengan kondisi mesin menyala.
Pria berjaket biru itu langsung menyergap kedua korban. Satu pemuda berhasil melarikan diri, namun satu korban lainnya yang mengenakan jaket hijau sempat ditarik oleh pelaku berpistol. Jaket hijau milik korban terlepas dan akhirnya dibawa kabur oleh pelaku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku mengincar ponsel milik korban. Namun, dalam aksi tersebut, pelaku gagal merampas barang berharga milik korban dan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kasus ini kini tengah ditangani Unit Reskrim Polsek Cicendo. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 03.55 WIB.
Begal handphone di Bandung Foto: Istimewa |
Kanit Reskrim Cicendo AKP Dedi Sutisna mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait aksi penembakan tersebut.
"Kita sudah cek langsung ke lokasi kejadian. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan," kata Dedi, kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Dedi mengungkapkan, dalam kejadian itu korban diketahui mengalami luka tembak akibat melakukan perlawanan saat pelaku mencoba merampas barang miliknya.
"Pelaku sempat menembakkan pistolnya dan mengenai kepala hingga kepala nya terluka, setelah itu korban berhasil melarikan diri dan selanjutnya pelaku pergi," katanya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk meminta keterangan dari saksi korban.
Pemotor Tewas Diseruduk Truk Tangki di Padalarang
Nahas dialami seorang pengendara sepeda motor yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (24/4/2026).
"Betul kami terima laporan terkait kecelakaan lalu lintas di Ciburuy. Ada satu orang yang meninggal dunia, pengendara motor," kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Cimahi, Ipda Nikmat Nugraha.
Kecelakaan maut itu berawal saat truk tangki dengan nomor polisi D 9328 UB melaju dari arah Cianjur menuju Bandung. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi truk diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan.
"Sistem pengereman diduga tidak berfungsi secara normal, menyebabkan pengemudi truk tangki akhirnya tidak bisa mengendalikan laju kendaraan," kata Nikmat.
Truk tangki itu kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi D 6140 WX yang melaju searah. Truk kemudian menabrak sepeda motor itu hingga menyebabkan pengendaranya terpelanting.
"Pengendara sepeda motor mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Cahya Kawaluyan Padalarang," kata Nikmat.
penanganan kecelakaan maut di Ciburuy KBB Foto: Istimewa |
Pihaknya langsung melakukan penanganan kecelakaan maut tersebut dengan olah TKP dan mengamankan kendaraan. Arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat tersendat namun kini sudah kembali lancar.
Aksi Arogan Pemotor Bandung, Ogah Ante di SPBU-Acungkan Pistol
Tak hanya di Jalan Gunung Batu, aksi koboi jalanan kembali berulang di Jalan M Ramdan, Kota Bandung. Berbeda dengan motif sebelumnya yang menyasar ponsel, kali ini aksi tersebut dipicu oleh perselisihan akibat pelaku tidak terima ditegur saat memotong antrean di SPBU.
Dari video yang beredar, di tengah antrean panjang di SPBU itu, tiba-tiba seorang pria mengendarai motor bebek, mengenakan jaket ungu dan helm hitam tampak tidak terima saat ditegur oleh pengendara lainnya yang sama-sama sedang antre.
Pria yang ditegur itu mundur, karena diduga malu, lalu memutarkan kendaraanya ke arah keluar. Namu pria itu tepat menatap pengendara yang sebelumnya menegur. Pria itu menyimpan motornya di pintu keluar, lalu berjalan kembali ke dalam SPBU.
Saat kembali ke SPBU, pria itu pun mengacungkan sebuah senjata seperti pistol. Namun saat pria itu mengacungkan pistol, seorang petugas SPBU menghampiri pria itu dan pria itu pun keluar dari SPBU.
Kejadian ini sudah ditangani Polsek Regol. Unit Reskrim Polsek Regol sudah melakukan pengecekan TKP.
Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi mengatakan, kejadian ini terjadi di SPBU Jalan M Ramdan, Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Kamis (24/4) sekitar pukul 06.28 WIB.
"Pada Hari Kamis Tanggal 23 April 2026 sekitar pukul 06.28 WIB di SPBU Jalan M Ramdan No 92 ada pelaku sorang laki-laki dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Shogun Z 6841 ED warna merah hitam, pada saat akan mengisi BBM pelaku tidak mau antri lalu ditegur oleh salah satu pengendara yang antri untuk isi BBM, lalu terjadilah adu mulut antara pelaku dan salah satu pengendara yang antri," kata Heri dalam keterangan yang diterima detikJabar, Jumat (24/4/2026).
Heri membenarkan, sebelum acungkan pistol pria itu sempat keluar dulu untuk menyimpan motor dan kembali ke SPBU.
"Kemudian pelaku pergi dan memarkirkan kendaraan nya di tambal ban SPBU kemudian menghampiri pengendara yang menegur pelaku tersebut sambil mengeluarkan seperti pistol atau air soft gun, namun dilerai oleh saksi Herman lalu kemudian pelaku pergi meninggalkan SPBU tersebut," ujarnya.
Setelah melakukan pengecekan TKP, memeriksa CCTV, Satreskrim Polsek Regol mendalami kejadian ini.
"Kami sudah mengecek TKP, meminta keterangan saksi-saksi, meminta rekaman CCTV dan melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut," pungkasnya.
Akhir Kasus Mobil Travel Ugal-ugalan di Padaleunyi
Aksi ugal-ugalan seorang sopir travel di Tol Padaleunyi yang sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai. Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak hingga tercapai kesepakatan kekeluargaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, menjelaskan bahwa pihak travel dari PT Bhineka Sangkuriang Transport dan pemilik mobil Toyota Sienta sepakat menyelesaikan persoalan tanpa jalur hukum lebih lanjut.
Travel ugal-ugalan di Tol Padaleunyi Foto: Istimewa |
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, pada Jumat (24/4/2026).
"Hari ini kita berkumpul di Gakkum, Polrestabes Bandung untuk kejadian hari Sabtu, 18 April Pukul 07.15 WIB di KM 144.800 jalur A antara mobil travel bersenggolan dengan mobil sipil, mobil Sienta yang mengakibatkan tergores di jalur tersebut," kata Fiekry.
"Alhamdulillah, kedua belah pihak hadir dan sudah membuat pernyataan. Sudah ada pergantian untuk pengecatan mobil yang tergores atau tersenggol," tambahnya.
Perwakilan manajemen PT Bhineka Sangkuriang Transport, Anwar Kustiawa, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia memastikan perusahaan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami korban.
"Kami atas nama manajemen dan juga atas nama driver kami, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut dan juga ketidaknyamanan terhadap mobil, kami menyampaikan pertanggung jawaban kami untuk menyelesaikan perbaikan dari kendaraan, kita akan memanfaatkan untuk bisa memperbaikinya," kata Anwar.
"Pihak perusahaan sekali lagi kami memohon maaf atas kejadian ini dan tentunya ini menjadi satu pembelajaran yang terbaik bagi kami sebagai bekal untuk pembinaan driver-driver kami berikutnya, terima kasih," terangnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan juga memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan sopir travel tersebut, Acep Jamaludin.
Sementara itu, pemilik mobil Toyota Sienta, Ilyas, menyatakan menerima permohonan maaf dari pihak travel. Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah memfasilitasi penyelesaian kasus ini.
"Saya mewakili keluarga yang di dalam mobil menerima permohonan maaf dari pihak travel dan terima kasih juga saya ucapkan kepada khususnya Bapak Kanit yang telah menangani kasus ini semoga ini menjadi pembelajaran yang baik buat kita semua," ujarnya.
Simak Video "Video: Diduga Sakit Hati Sering Diganggu, 5 Pria di Bali Keroyok dan Bakar Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/dir)



