Harapan di Usia Senja, Suhaenah Wujudkan Mimpi Berangkat Haji

Harapan di Usia Senja, Suhaenah Wujudkan Mimpi Berangkat Haji

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 24 Apr 2026 07:00 WIB
Suhaenah Ekanata, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Cimahi didampingi anaknya, Siti Nuryati
Suhaenah Ekanata, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Cimahi didampingi anaknya, Siti Nuryati (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Suara roda besi menghantam sambungan rel nyaring terdengar dari ruang tamu rumah sederhana milik Suhaenah Ekanata. Ia sedang menanti waktu menjelang keberangkatan ke tanah suci yang tinggal beberapa hari lagi.

Di usia yang sudah menginjak senja, Suhaenah tak perlu menunggu terlalu lama bisa menginjakkan kakinya di tanah suci. Tiket haji itu jadi kado istimewa dari sembilan anak-anaknya, sebab di tanggal 20 April 2026 ia baru saja berulang tahun yang ke-86.

Samar-samar ia bercerita soal keinginannya berhaji. Meskipun ia sudah dua kali menjalankan ibadah umroh, namun di lubuk hatinya Suhaenah ingin menyempurnakan rukun islam sebelum menghadap Sang Ilahi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suhaenah akan berangkat ke tanah suci ditemani anaknya, Siti Nuryati (55). Ia bisa berangkat lebih cepat karena masuk ke kuota lanjut usia sekaligus merupakan calon jemaah haji tertua asal Kota Cimahi tahun ini.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini, kemarin dikasih tahu bulan Oktober. Waktu daftar tahun 2021, masuk kuota lansia," kata Suhaenah saat ditemui di kediamannya, Kamis (23/4/2026).

Koper-koper bersihi perbakalan untuk 40 hari kedepan, sudah dibawa dari rumahnya di Kampung Cilember, RT 05/06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis pagi ini menuju KBIH yang dipilihnya.

Sementara pada hari keberangkatan Minggu (26/4/2026) nanti, Suhaenah hanya akan membawa satu koper kecil, satu tas ransel, serta tas kecil untuk paspor. Mereka akan berkumpul di Pusdikpom Cimahi pukul 03.00 WIB, lalu bertolak ke BIJB Kertajati sekitar pukul 06.30 WIB.

Menjelang keberangkatan, Suhaenah mempersiapkan fisik dan psikisnya. Ia banyak berolahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari selama 30 menit, menjaga pola makan, dan memperbanyak ibadah sunah.

"Ya persiapan seperti olahraga jalan kaki, setiap hari 30 menit. Terus makan dijaga, sama banyak ibadah dan dzikir biar tenang. Bahagia pastinya alhamdulillah," kata Suhaenah.

Biaya Patungan dari Anak-anaknya

Keinginan Suhaenah berangkat haji awalnya diceritakan pada sembilan anaknya. Sebagai seorang janda, anak-anak Suhaenah berhasil menjadi anak yang berbakti. Mereka kemudian dengan ikhlas membiayai keberangkatan Suhaenah ke tanah suci.

"Awalnya cerita ke kami anak-anaknya, mau haji. Akhirnya kami semua sepakat patungan buat biaya hajinya. Daftar lah kami semua, tapi yang tahun ini dipanggil baru saya sama ibu, yang lainnya belum," ujar Siti.

Kemudian pemberitahuan masuk daftar haji yang akan diterbangkan tahun ini diterimanya dari Kementerian Haji dan Umrah itu pada Oktober 2025 setelah adanya kebijakan pembagian kuota yang kini berdasarkan urutan di provinsi. Tidak lagi merujuk pada proporsi penduduk muslim.

"Tahun ini ada panggilan masuk jatah untuk kuota lansia. Saya juga berangkat karena menjadi pendamping ibu. Untuk biayanya alhamdulillah sudah dilunasi sama anak-anak ibu termasuk saya," kata Siti.

Siti mengatakan sang ibu rutin melakukan medical check up karena mengidap darah tinggi dan gula. Obat-obatan untuk sang ibu sudah ia siapkan. Ia berharap ibadah haji yang akan mereka jalankan bisa berjalan lancar di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang sempat memanas.

"Obat semua sudah disiapkan. Ya kita berdoa ibadahnya lancar, haji itu kan undangan dari Allah SWT, pokonya kondisinya seperti apa kita serahkan pada Allah, yang penting kita khusyuk ibadahnya," ujar Siti.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads