Kisah Francisca, Jembatan Komunikasi Teman Tuli di UTBK Unpad 2026

Serba-serbi Warga

Kisah Francisca, Jembatan Komunikasi Teman Tuli di UTBK Unpad 2026

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 23 Apr 2026 16:30 WIB
Francisca asisten kemandirian bahasa isyarat di Unpad
Francisca asisten kemandirian bahasa isyarat di Unpad. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Bandung -

Di balik upaya Universitas Padjadjaran (Unpad) menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, ada sosok Francisca Okti Sulistianingsih. Perempuan berusia 35 tahun ini mendedikasikan dirinya sebagai asisten kemandirian bahasa isyarat yang menjembatani komunikasi di lingkungan akademik.

Sosok Francisca menjadi tumpuan bagi empat peserta disabilitas yang berjuang menempuh UTBK-SNBT 2026. Dia memastikan keterbatasan fisik bukan penghalang bagi mereka yang sedang mengejar mimpi pendidikan tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dertikJabar berkesempatan berbincang dengan Francisca. Perempuan kelahiran Tanggerang dan lama besar di Klaten ini merupakan satu dari dua asisten kemandirian bahasa isyarat yang ada di Unpad.

"Untuk memfasilitasi, sebetulnya memang sudah ranahnya saya sendiri sih. Saya di-hire sama Unpad untuk jadi juru basa isyarat. Untuk hambatan paling ya dari SDM, karena misalnya kalau banyak yang membutuhkan asisten kemandirian SDM belum ada, belum siap," kata Francisca, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya saat UTBK, Francisca juga turut membantu dalam beragam kegiatan kampus yang erat hubungannya dengan bahasa isyarat.

"Pastinya sih kalau ada kebutuhan juru bahasa isyarat atau kebutuhan akses bahasa isyarat," ujar perempuan lulusan Jurusan Pendidikan Luar Bisa UJN tahun 2009 lalu.

Unpad kini memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang melayani 15 mahasiswa penyandang disabilitas yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Unpad. Untuk ragam disabilitasnya sendiri di antaranya disabilitas mental, disabilitas sensori temen tuli dan disabilitas fisik.

"ULD baru tahun kemarin dan untuk di 15 mahasiswa itu sudah ada WhatsApp Group yang di mana tempat untuk komunikasi, tapi untuk pertemuan rutin memang belum, untuk evaluasi kami sudah melaksanakan baru di semester kemarin," ungkapnya.

Menjadi asisten kemandirian bahasa isyarat bukan keinginannya, pada tahun 2009 lalu, Francisca ingin berkuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, namun dia diterima di pilihan kedua Jurusan Pendidikan Luar Biasa.

"Pendidikannya di UNJ, Pendidikan Luar Biasa. Cuman aku belajar bahasa isyarat itu di luar. Karena di Pendidikan Luar Biasa itu belum ada yang mata kuliah Bisindo atau bahasa isyarat Indonesia itu belum ada," ujarnya.

"Sebenarnya awalnya aku ikut yang SMPTN itu tuh yang pertama PBI, Pendidikan Bahasa Inggris. Karena pengen banget saya bisa ke luar negeri lah gitu. Terus yang kedua itu Pendidikan Luar Biasa, karena ngeliat kebutuhan untuk menjadi guru-guru SLB itu masih banyak yang membutuhkan waktu itu infonya," tambahnya.

Jauh sebelum bergabung bersama Unpad di tahun 2024, Francisca mengikuti banyak kegiatan dan beegabung dengan LSM dan NGO organisasi disabilitas.

"Sebenarnya juru bahasa isyarat dari 2015. Kalau di Unpad baru dari 2024, sekarang pas 2 tahun," tambahnya.

Bukan UTBK saja, Francisca menjadi juru bahasa isyarat dalam kegiatan orasi ilmiah.

"Istilahnya kan orasi ilmiah itu kan hybrid acaranya. Ada offline dan online. Nah otomatis kan balik lagi ke undang-undang penyiaran yang dimana seluruh kegiatan diharapkan tersedia juru bahasa isyarat nah akses bahasa isyarat, baik orasi ilmiah, di perkuliahan, di wisuda," jelasnya.

Namun untuk acara wisuda dengan menghadirkan juru bicara itu dilakukan pada pandemi COVID-1.9.

"Sekitar sebelum COVID sih udah mulai untuk menyediakan juru bahasa isyarat diwisuda. Terus kemudian mulailah di 2024 kan meng-hire ngebantu di perkuliahannya juga. Ngebantu ke acara-acara Unpad lainnya juga," ucapnya.

Namun Francisca menyebut jika dirinya juga kerap menemukan banyak hambatan saat menjalankan tugasnya.

"Aku tuh kesulitannya untuk skill yang Bahasa Inggris. Karena walaupun dibantu sama juru bahasa asingnya terasa itu nanti beda lagi," pungkasnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads