Jalur kereta api lintas Cibadak-Parungkuda sempat tertutup material longsor akibat hujan deras pada Sabtu (18/4). Dampaknya, perjalanan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor mengalami keterlambatan sebelum akhirnya kembali normal.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional tersebut. Longsor terjadi di KM 37+0/1 dan KM 37+8/9, yang menutup rel sepanjang kurang lebih 2 hingga 6 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan saat kejadian kondisi di lokasi tengah diguyur hujan deras. Meski begitu, potensi gangguan segera terdeteksi berkat pengawasan ketat petugas di lapangan.
"Pada saat kejadian, kondisi di lokasi tengah diguyur hujan deras. Namun berkat pengawasan berlapis yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lintas, potensi bahaya dapat segera terdeteksi dan langsung ditangani dengan cepat," ujar Franoto saat dikonfirmasi.
Setelah menerima laporan awal dari petugas, tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Proses evakuasi material longsor dilakukan secara intensif meski cuaca masih hujan.
"Respons cepat ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berlapis yang kami terapkan, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan jalur tetap terjaga keamanannya," lanjutnya.
Usai pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman dan bisa dilalui kembali. Perjalanan kereta api di lintas tersebut kini telah kembali normal.
Akibat kejadian ini, KA Pangrango nomor perjalanan 227 mengalami keterlambatan sekitar 35 menit. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
KAI memastikan bakal terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik rawan longsor saat cuaca ekstrem. Upaya itu dilakukan melalui patroli rutin, pemeriksaan prasarana, hingga penempatan petugas siaga di lokasi rawan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan," tutup Franoto.
(orb/orb)










































