Pemkot Pastikan Macam Tutul-Gajah di Bandung Zoo Sehat

Pemkot Pastikan Macam Tutul-Gajah di Bandung Zoo Sehat

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 18 Apr 2026 21:30 WIB
Ilustrasi gajah Bali Zoo
Ilustrasi gajah. (Foto: Getty Images/valentinrussanov)
Bandung -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memantau kondisi kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Terkini, Pemkot memastikan sejumlah satwa, khususnya macan tutul dan gajah, dalam kondisi sehat tanpa indikasi terserang penyakit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa kepastian tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pemeriksaan medis menyeluruh terhadap satwa di sana. Pemeriksaan dilakukan melalui berbagai metode medis untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai kondisi hewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap macan tutul dan gajah sebagai satwa prioritas di eks Kebun Binatang Bandung," katanya, Sabtu (18/5/2024).

Pemeriksaan terhadap macan tutul meliputi general check-up dengan pengambilan sampel darah untuk uji kimia darah, swab anus untuk rapid test virus, serta pemeriksaan USG dan X-ray. Hasilnya menunjukkan kondisi macan tutul sehat dan tidak terdeteksi virus. Organ dalam pun berfungsi baik, meski ditemukan adanya penumpukan lemak subkutan.

ADVERTISEMENT

"Hasil pemeriksaan menunjukkan macan tutul dalam kondisi sehat, rapid test virus negatif dan organ dalam terpantau baik berdasarkan USG dan X-ray," ujarnya.

Sementara itu, pemeriksaan pada gajah dilakukan melalui pengambilan sampel darah, swab luka untuk uji bakteriologi, serta pemeriksaan kuku kaki dan X-ray. Hasilnya menunjukkan tidak adanya infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang sebelumnya sempat mengalami retak.

"Untuk gajah, tidak ditemukan infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang retak," ungkap Gin Gin.

Gin Gin menerangkan, seluruh sampel yang telah diambil akan diuji lebih lanjut di Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Jawa Barat. Hasil pengujian ini akan menjadi pijakan dalam menentukan langkah penanganan kesehatan satwa ke depan.

"Hasil pengujian lanjutan di Balai Keswan Kesmavet Jabar akan menjadi acuan dalam menyusun rencana penanganan kesehatan satwa selanjutnya," pungkasnya.

(ral/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads