Jabar Hari Ini: Pria Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Bandung

Jabar Hari Ini: Pria Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 17 Apr 2026 22:00 WIB
Ilustrasi TKP
Ilustrasi TKP. Foto: Getty Images/iStockphoto/Prathaan
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (17/4/2026). Mulai dari dua pria yang tewas bersimbah darah di kontrakan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, hingga maling di Tasikmalaya gasak motor tetangga bermodal bambu ajaib.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Dua Pria Bandung Tewas di Kamar Kontrakan

Kasus pembunuhan terjadi di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Dua pria ditemukan tewas bersimbah darah saat berada di kamar kontrakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus pertama menimpa seorang pria berinisial M (40). Dia ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kontrakan di Jalan Sandang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

ADVERTISEMENT

Polisi pun langsung turun tangan dan kini tengah memburu pelaku yang diduga melarikan diri usai kejadian. Kanit Reskrim Polsek Cinambo, IPTU Mulyana Winata menyebut aksi kekerasan itu diduga dilakukan oleh orang tak dikenal.

"Telah terjadinya peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan atau pembacokan mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan oleh orang tidak dikenal," kata Mulyana.

Kejadian bermula saat seorang warga mendengar keributan dari arah kontrakan. Merasa curiga, saksi kemudian melapor ke aparat setempat sebelum bersama warga lain mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi.

Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula," ucap dia.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi diperiksa, sementara bukti-bukti di lokasi mulai dikumpulkan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Saksi sedang diperiksa, termasuk CCTV yang ada di lokasi," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tewas akibat luka senjata tajam yang cukup serius di tubuhnya. "Dugaan luka akibat senjata tajam," katanya.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut sekaligus memburu pelaku yang identitasnya masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, kasus pembunuhan juga menggegerkan warga Perumahan Awani, Cluster Vimala, RT 10/RW 04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Korban, Sanitra Syifa'rizrifqi (27), ditemukan bersimbah darah oleh tetangga dan petugas keamanan perumahan tersebut. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan meskipun tubuhnya mengalami sejumlah luka tusuk.

Insiden penusukan itu terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga yang menemukan korban di dalam rumah kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Betul kemarin kami terima laporan adanya tindak pidana berat atau penusukan terhadap seorang warga di rumah kontrakannya. Korban masih bisa diselamatkan," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Gofur mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, warga terlebih dahulu melaporkan adanya keributan dari rumah korban. Saksi yang tinggal di depan rumah korban juga melihat adanya bercak darah.

"Saksi langsung mendatangi TKP dan melihat darah di depan rumah setelah itu saksi langsung dobrak pintu dan melihat pelaku sedang diatas korban sambil menusuk di bagian pinggang kanan, punggung kiri, leher, bahu kanan, dan tangan kanan, korban meminta tolong kepada saksi," kata Gofur.

Saksi kemudian meminta pelaku untuk berhenti melakukan aksi brutal tersebut. Terduga pelaku kemudian mundur dan meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah. Saksi lalu bergegas membawa korban ke rumah sakit.

"Saksi membawa korban ke Rumah Sakit IMC yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat kejadian. Sementara saksi juga meminta tolong ke petugas keamanan untuk mengamankan pelakunya," kata Gofur.

Saat ini terduga pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif terkait motif di balik aksi brutalnya menganiaya korban hingga melakukan beberapa kali penusukan.

"Pelaku sudah diamankan, namun kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait motif dan sebagainya," kata Gofur.

Bermodal Bambu, Maling Gasak Uang Tetangga Rp 20 Juta

Satreskrim Polres Tasikmalaya kap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Korban merupakan pemilik agen BRILink di wilayah hukum Polsek Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Pelaku berinisial A (43) yang ternyata merupakan tetangga kampung korban.

Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Pelaku diringkus setelah tim penyidik melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

"Peristiwa pencurian ini menimpa Indra Gunawan (35), seorang agen BRILink di Kampung Sindangjaya, Desa Jayamukti, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya," kata Agus kepada detikJabar, Jumat (17/4/2026).

Pencurian terungkap saat istri korban hendak menghitung total uang operasional BRILink yang disimpan di lemari kecil di kamarnya. Bak disambar petir, uang yang semula berjumlah Rp30.000.000 hanya tersisa Rp10.000.000.

"Istri korban kaget saat memeriksa lemari, ternyata uang tunai sebesar Rp20.000.000 telah hilang. Setelah diperiksa, ditemukan bekas congkelan pada jendela dapur dan engsel kunci yang sudah rusak," ujar Agus.

Modus operandi yang dilakukan tersangka tergolong nekat. Pelaku merusak kunci jendela hanya dengan menggunakan bilah bambu. Selain berisiko patah, penggunaan bambu juga rentan menimbulkan suara yang dapat memicu kecurigaan.

"Tersangka lalu menyelinap masuk dan langsung mengincar kantong plastik berisi uang tunai di dalam lemari tanpa diketahui penghuni rumah," jelas Ipda Agus.

Berbekal laporan korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Opsnal Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama Kanit Reskrim Polsek Pancatengah melakukan perburuan. Berbagai petunjuk dan keterangan saksi mengarah kuat kepada sosok Sdr. A yang tinggal tak jauh dari desa korban.

"Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Ia mengaku memang sudah mengincar rumah korban karena mengetahui lokasi tersebut merupakan tempat usaha agen BRILink," tutur Agus.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah kantong plastik zipper (bekas wadah uang), satu buah kunci jendela yang rusak, satu potong kaus warna biru yang digunakan saat beraksi, serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam sebagai sarana transportasi.

"Sementara uangnya habis dipakai pelaku buat foya-foya," ujar Agus.

Akibat perbuatannya, tersangka A kini harus mendekam di sel tahanan Mako Polres Tasikmalaya. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, serta dilapisi dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023.

"Pelaku terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun," pungkas Agus.

2 Siswa SMP Dikeroyok Belasan Remaja di Cianjur

Viral aksi penganiayaan terhadap dua pelajar SMP di Kabupaten Cianjur oleh belasan remaja. Korban mengalami luka memar dan pusing usai dipukul di bagian kepala belakang. Polisi pun turun tangan menyelidiki aksi penganiayaan tersebut.

Informasi yang dihimpun detikJabar, aksi penganiayaan itu terjadi pada Senin (13/4/2026) siang di belakang salah satu klinik di wilayah Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Dalam video berdurasi 29 detik yang beredar di media sosial itu terlihat para pelaku mencekik hingga memukuli kedua korban yang merupakan siswa salah satu SMP di Cianjur. Bahkan, aksi pemukulan itu dilakukan di depan siswa SD yang baru saja pulang sekolah.

Erni Yuniarsih (35), orang tua salah satu korban, mengatakan sebelum kejadian, anaknya dihubungi temannya untuk datang ke lokasi sekaligus menjemput saudaranya. Ditemani rekannya, korban pun datang tanpa rasa curiga.

Namun, setibanya di lokasi, ternyata teman dan saudaranya sudah dikepung oleh belasan remaja.

"Begitu mendekat, salah seorang remaja yang katanya sudah tingkat SMA menantang anak saya untuk berkelahi," ujar Erni, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, sang anak sempat menolak perkelahian tersebut. Namun, tiba-tiba para pelaku justru melakukan aksi penganiayaan.

"Anak saya bilang dia tidak bisa berkelahi, dan tujuannya hanya mau menjemput keponakan. Tapi tiba-tiba ditampar dan dipukul kepala bagian belakang. Kemudian saudaranya juga dipukul sambil didorong badannya ke tembok," jelasnya.

Dia menyebut setelah kejadian, kedua korban langsung pulang dan mengadu kepada orang tuanya.

"Saat itu saya tanya, ada masalah sebelumnya atau tidak. Dan ternyata anak saya tidak kenal dengan para pelaku. Jadi tanpa alasan menganiaya anak saya. Aksi itu juga dilakukan di depan siswa SD yang baru pulang sekolah dan kebetulan ada di lokasi," kata Erni.

Menurutnya, aksi penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polres Cianjur. "Sudah laporan resmi. Tadi malam juga kami dimintai keterangan. Kami berharap pelaku diproses hukum, karena anak saya sampai sekarang pusing-pusing usai kepala belakangnya dipukul," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Amelia Putra, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Laporan sudah kami terima. Saat ini sedang didalami dan diproses lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku. Secepatnya kami amankan mereka dan mengungkap motifnya," pungkasnya.

Kawanan Monyet Kembali Turun ke Permukiman Warga

Serangan satwa liar kembali menghebohkan warga. Kawanan monyet menyerbu Kampung Legok Kadu, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (14/4) sore.

"Betul pak masuk kepemukiman kami monyetnya ada beberapa," kata Asid, Ketua RT Legok Kadu.

Kawanan monyet liar tersebut awalnya hanya berkeliaran di halaman rumah warga. Mereka sesekali terlihat memanjat genting dan pepohonan di sekitar perkampungan.

Meski tidak menyerang manusia secara langsung, beberapa primata tersebut nekat memaksa masuk ke dalam rumah. Bahkan, kawanan monyet ini sampai memecahkan kaca jendela untuk bisa menyelinap ke dalam hunian warga.

Salah satu rumah yang menjadi sasaran hingga kaca jendelanya hancur adalah milik Nanang.

"Kawanan monyet mecahin kaca masuk kedalam rumah acak acak rumah. Untung pemilik rumah lagi diluar jadi gak diserang," kata Asid.

Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono, membenarkan adanya laporan serangan monyet liar tersebut. Menurutnya, kawanan itu memecahkan kaca jendela demi mencari makanan di dalam rumah.

Beberapa monyet dilaporkan sempat mengambil nasi yang tersaji di meja makan warga sebelum akhirnya diusir.

"Iya memecahkan kaca rumah, kemudian monyet ambil nasi di yang ada di meja makan," kata AKP Dedi Darsono kepada detikJabar, Rabu (15/4).

Warga setempat kemudian berupaya mengusir kawanan tersebut dengan alat seadanya. Setelah dihalau, monyet-monyet liar itu langsung melarikan diri kembali ke arah hutan.

"Jadi ada kata Rt disana kalau tidak menemukan makanan, mereka seperti marah, hingga merusak perabotan rumah," kata AKP Dedi Darsono.

Dedi memastikan bahwa monyet-monyet tersebut berasal dari hutan sekitar, bukan hewan peliharaan yang lepas. Diduga kuat, satwa tersebut masuk ke pemukiman karena kekurangan sumber makanan di habitat aslinya.

"Monyet dari hutan dia nyari maoan dikampung, demikian menurut warga sekitar," kata AKP Dedi Darsono.

Kedatangan gerombolan monyet ke Kampung Legok Kadu dilaporkan sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian bersama aparatur desa dan Kecamatan Salawu mulai turun tangan.

Petugas berencana meminta bantuan BPBD untuk mengusir kawanan monyet tersebut menggunakan peralatan khusus agar tidak kembali mengganggu aktivitas warga.

"Kami turun tangan ke lokasi bantu warga yang rumahnya dirusak. Kami juga berupaya antisipasi monyet kembali turun," kata AKP Dedi Darsono.

Hingga Rabu (15/4), masyarakat masih bersiaga mengantisipasi kembalinya kawanan monyet ke pemukiman. Warga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Kemendikdasmen Pastikan Bakal Revitalisasi SDN Gandawesi II

Hebohnya sorotan publik terhadap pemandangan kontras antara dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Majalengka mulai mendapat perhatian serius. Tak hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun merespons persoalan tersebut.

Bangunan SDN Gandawesi II yang sempat viral karena dinilai jomplang dibanding fasilitas dapur MBG, dipastikan akan mendapatkan perbaikan. Kepastian itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Kemendikdasmen.

Melalui unggahan tersebut, Kemendikdasmen menyebut SDN Gandawesi II masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.

"SDN Gandawesi II di Majalengka, Jawa Barat, masuk Program Revitalisasi Kemendikdasmen tahun ini untuk memperoleh bantuan peningkatan kelayakan, keamanan, dan kenyamanan sekolah," tulis akun tersebut seperti yang dikutip detikJabar, Jumat (17/4/2026).

Kemendikdasmen juga menyampaikan, program revitalisasi tidak hanya dilakukan di Majalengka, melainkan juga menyasar sekolah lain di berbagai daerah.

"#SobatBelajar, tiga sekolah di berbagai daerah bersiap menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para murid," lanjutnya.

"SDN Boof di NTT, SDN Gandawesi II di Majalengka, hingga SDN Limbangan 02 di Brebes masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari Kemendikdasmen," sambungnya.

Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya foto yang memperlihatkan kontras mencolok antara bangunan dapur MBG yang tampak baik dengan kondisi gedung sekolah yang terlihat rusak. Kondisi itu memicu beragam reaksi dari masyarakat dan menjadi sorotan luas di media sosial.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads