Waktu seolah berjalan lambat bagi Apni Novianti (29) saat tubuhnya tertimbun reruntuhan tembok dan material longsor. Dalam suasana mencekam, proses evakuasi yang berlangsung sekitar 30 menit menjadi pertaruhan hidup dan mati bagi warga yang berjibaku menyelamatkannya dengan alat seadanya.
Peristiwa memilukan itu bermula saat dinding rumah jebol dihantam tekanan tanah dari tebing di belakang bangunan. Tebing yang menjulang lebih tinggi dari atap rumah tersebut tak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya longsor dan merobohkan tembok rumah.
Bencana ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, dua rumah yang letaknya berdekatan dengan kediaman Apni juga mengalami hal serupa, di mana tembok bagian belakang rumah mereka tergerus material longsor.
"Temboknya jebol karena ketindih tanah dari belakang. Tebingnya lebih tinggi dari atap, jadi dorongannya kuat sampai rumahnya roboh," ujar Petugas P2BK Sukalarang, Dindin kepada detikJabar di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Kamis (16/4/2024).
Meski volume material yang runtuh diperkirakan tidak terlalu besar, namun dampaknya fatal bagi korban. Ketebalan longsoran disebut mencapai setengah meter, dengan volume tanah yang terbawa hanya berkisar beberapa meter kubik.
Simak Video "Video: Satu Wanita Tewas Akibat Longsor di Sukabumi"
(mso/mso)