Upaya Pengembangan Industri Perikanan Terpadu di Indramayu

Upaya Pengembangan Industri Perikanan Terpadu di Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 20:00 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi Wakil Bupati Syaefudin, dalam kunjungannya ke Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2026).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi Wakil Bupati Syaefudin, dalam kunjungannya ke Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2026). Foto: Burhannudin/detikJabar
Indramayu -

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mendorong pengembangan industri perikanan terpadu di Kabupaten Indramayu, melalui berbagai model kolaborasi yang melibatkan koperasi budi daya dan koperasi nelayan.

Dalam kunjungannya ke Indramayu, Kamis (16/4/2026), Ferry menyampaikan pengembangan tersebut juga akan disinergikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih serta berbagai inisiatif lain yang telah berjalan. "Pengembangan industri perikanan di Indramayu akan dilakukan dengan berbagai model, termasuk kolaborasi dengan koperasi dan sinergi dengan program yang sudah ada," ujar Ferry di kepada awak media di sela kunjungannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pengembangan akan dilakukan di beberapa titik, di antaranya KPL Mina Sumitra, wilayah Eretan Kandanghaur, serta sejumlah lokasi lainnya. Program ini juga merupakan bagian dari upaya lanjutan program yang sudah dijalankan Pemerintah Kabupaten Indramayu, tetapi di luar program revitalisasi tambak.

Dari sisi pembiayaan, Ferry menegaskan bahwa koperasi memiliki akses ke berbagai sumber pendanaan, salah satunya melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang memang ditujukan untuk mendukung pengembangan koperasi, termasuk di sektor perikanan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kata Ferry, pemerintah juga akan merintis pembangunan tiga hingga empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPB) Solar khusus nelayan. SPB tersebut nantinya dilengkapi fasilitas pendukung seperti pabrik es dan cold storage untuk memperkuat rantai pasok dan mendukung aktivitas nelayan.

"Perizinan SPB sudah direalisasikan melalui Pertamina Patra Niaga. Fasilitas ini diharapkan menjadi sentra pendukung kegiatan nelayan," kata Ferry.

Ia menambahkan, ke depan Kementerian Koperasi juga akan menghadirkan program Koperasi Desa Merah Putih di desa-desa pesisir guna memperkuat ekosistem ekonomi berbasis koperasi.

"Semua program harus saling bersinergi dan terhubung agar berjalan optimal," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyebutkan bahwa lahan pengembangan memiliki luas yang bervariasi, mulai dari 20 hektare hingga 60 hektare di beberapa lokasi.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan budaya dan sektor lainnya, sehingga diperlukan sinkronisasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Koperasi.

"Semangatnya adalah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal," ujarnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Koperasi Ferry didampingi Wakil Bupati Syaefudin beserta dinas terkait, akan meninjau beberapa koperasi perikanan dan sejumlah lahan yang diproyeksikan sebagai lahan budi daya di Kabupaten Indramayu.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads