Belum reda sorotan publik terhadap kasus di universitas lain, kini jagat media sosial kembali riuh oleh potongan video penampilan musik dari salah satu kampus teknik tertua di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebuah lagu berjudul 'Erika' yang dianggap bernuansa asusila itu dibawakan oleh kelompok Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB.
Lirik lagu tersebut memicu gelombang protes dari warganet karena dinilai mengandung muatan pelecehan seksual verbal terhadap perempuan. Publik menyayangkan insiden ini justru lahir dari tangan-tangan kaum terpelajar yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjunjung tinggi etika dan kesusilaan. Berikut ringkasan kasus tersebut yang dirangkum detikJabar, Kamis (16/4/2026).
Warisan yang Tak Lagi Relevan
Kasus ini mencuat saat cuplikan video penampilan OSD HMT-ITB menyebar luas. Berdasarkan data internal organisasi, lagu tersebut ternyata bukanlah karya baru, melainkan "warisan" yang sudah ada selama puluhan tahun.
- Sejarah Unit: OSD merupakan unit kegiatan di bawah naungan HMT-ITB yang sudah eksis sejak tahun 1970-an.
- Latar Belakang Lagu: Lagu 'Erika' sendiri diciptakan pada tahun 1980-an.
- Kelalaian Etika: Pihak mahasiswa mengakui adanya kelalaian karena tetap mempertahankan dan menyanyikan lagu tersebut tanpa memedulikan pergeseran norma sosial dan sensitivitas isu kesusilaan di zaman sekarang.
Pengakuan dan Permohonan Maaf Terbuka HMT-ITB
Menyikapi kegaduhan yang timbul, Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB segera mengambil langkah berani dengan mengakui kesalahan mereka secara terbuka melalui pernyataan resmi di situs web kampus.Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan rasa penyesalan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi HMT-ITB.
Himpunan juga secara tegas mengevaluasi konten penampilan mereka yang dianggap telah melenceng dari marwah akademik.
"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," sambung pernyataan tersebut.
Simak Video "Video: Sang Guru Bung Besar yang Bersemayam di TPU Pandu"
(bbp/bbp)