ITB Tegaskan Komitmen Lingkungan Kampus Aman Usai Viral Lagu Erika

ITB Tegaskan Komitmen Lingkungan Kampus Aman Usai Viral Lagu Erika

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 17:57 WIB
Gedung kampus ITB Ganesa.
Gedung ITB (Foto: Dok ITB).
Bandung -

Lagu berjudul 'Erika' yang dinanyikan Orkes Semi Dangdut (OSD) yang dinyanyikan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menyedot perhatian publik. Lagu itu menjadi sorotan warganet karena mengandung lirik bermuatan pelecehan terhadap perempuan.

Dalam hal ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, bermartabat, dan saling menghormati bagi seluruh civitas akademika.

"Menyikapi beredarnya konten yang menimbulkan keresahan publik, ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal," kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lala menyebut, HMT-ITB telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, sekaligus menegaskan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung di lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB juga menyatakan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu maupun kelompok mana pun.

"Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat. Selain itu, dilakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan, sekaligus peninjauan ulang terhadap standar dan pedoman organisasi agar semakin selaras dengan nilai-nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Komitmen tersebut sejalan dengan langkah pembinaan yang telah dilakukan ITB, di antaranya kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui pesan singkat yang digagas Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB. Kampanye ini menekankan pentingnya sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa dalam berpenampilan maupun berkomunikasi di lingkungan akademik," tambahnya.

Menurut Lala, penguatan itu kemudian diperluas melalui kampanye etika mahasiswa dan literasi media sosial di lingkungan kampus. Dalam kampanye ini, ITB mengajak mahasiswa untuk memahami pencegahan kekerasan seksual, baik fisik maupun verbal, sekaligus menggunakan media sosial secara bijak, kritis, santun, dan bertanggung jawab. Mahasiswa didorong untuk menjaga sikap, menghargai sesama, memeriksa fakta sebelum menyampaikan informasi, serta menyampaikan pendapat dan kritik secara konstruktif tanpa menyerang pihak lain.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, ITB juga telah menetapkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) yang menaungi seluruh kampus ITB di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta. Satgas ini berperan dalam memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus.

Selain itu, edukasi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga telah menjadi bagian dari materi pembinaan mahasiswa baru ITB, yang dipadukan dengan informasi pelayanan kesehatan di lingkungan kampus.

"Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan," pungkas Lala.




(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads