Banjir Rendam SDN Sapan 3 Bandung, Ratusan Siswa Dialihkan Belajar Daring

Banjir Rendam SDN Sapan 3 Bandung, Ratusan Siswa Dialihkan Belajar Daring

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 13:39 WIB
Banjir rendam sekolah di Sapan, Kabupaten Bandung
Banjir rendam sekolah di Sapan, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Banjir merendam SD Negeri Sapan 3, Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026). Kegiatan belajar mengajar ratusan siswa terpaksa dialihkan secara daring (online).

Pantauan detikJabar di lokasi, banjir menggenang seluruh area SD dengan ketinggian 60 sentimeter hingga 1 meter. Sejumlah bangku-bangku sekolah nampak dibereskan disimpan di atas meja.

Banjir tersebut merupakan luapan dari Sungai Citarik dan Sungai Citarum hingga merendam ke permukiman warga. Air banjir merendam masuk ke ruang-ruang kelas hingga ruang guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjaga sekolah SD Negeri Sapan 3, Yati Sumiati (50) mengatakan, banjir telah merendam sejak Sabtu (11/4/2026) lalu. Kata dia, banjir tersebut sempat surut, namun kembali menggenang setelah hujam deras melanda.

"Air banjir ini dari jalan, dari jalan dan dari sungai ke sini ke belakang, jadi naik ke sini gitu. Kemarin-kemarin sudah surut, hujan datang kembali waktu malam datang lagi besar," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, dengan adanya banjir tersebut aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terganggu. Sehingga ratusan siswa terpaksa belajar secara daring di rumah.

"Sekolah jadi daring dari hari Senin," katanya.

Banjir tersebut merendam sebanyak enam ruangan kelas, kantor guru, beberapa toilet dan gudang. Kata dia, beberapa buku di area kantor guru pun sempat terendam.

"Yang terdampak mah kantor ya, ruang kelas. Sama semua ke kebanjiran. Ini teh ada enam kelas. Siswa di sini kurang lebih 140 dari kelas 1 sampai kelas 6," ucapnya.

Yati menjelaskan, genangan banjir tersebut biasanya bisa surut dalam waktu satu pekan. Kemudian setelah surut bisa menghabiskan waktu pembersihan hingga dua hari.

"Kalau sudah gini mah susah bersihinnya. Nunggu surut dulu aja, nanti kalau sudah surut baru bisa dibersihin," jelasnya.

Dia mengaku khawatir dengan adanya banjir yang menggenang seluruh area sekolah. Pasalnya di area kantor terdapat buku dan dokumen penting yang harus diselamatkan.

"Was-was dari semalam enggak bisa tidur. Takutnya itu buku-buku yang di atas gitu kena. Kalau besar tuh takutnya ke atas. itu juga sebagian waktu kemarin enggak kebawa ke atas jadi kebanjiran sedikit gitu. Soalnya malam datangnya kan datang airnya malam tengah malam jadi enggak keburu ke sini," ungkapnya.

Yati berharap, sekolah tersebut bisa diperbaiki oleh dinas terkait atau pemerintah. Menurutnya minimal sekolah tersebut bisa dibangun ke atas lantai dua atau tiga.

"Ya, keinginannya minta bantuan dibangun lagi sekolah layak gitu. Enggak kalau dipindah mah, cuma mau minta dibangun yang layak ditinggiin gitu. Jadi anak-anak bisa nyaman ya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads