Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandung makin meluas. Tiga sekolah terpaksa melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena bangunan untuk belajar kebanjiran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron mengatakan, kebijakan tersebut diambil supaya memberikan rasa aman terhadap guru maupun siswa. PJJ menjadi alternatif kebijakan agar siswa masih tetap bisa mendapat asupan mata pelajaran seperti biasa.
"Per hari ini kami putuskan ada 3 sekolah di Kota Bandung yang PJJ. SDN 216 Sondariah di Gedebage, SMPN 54 di Panyileukan dan SMPN 46 di Cibiru," katanya saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep memastikan telah melaporkan kondisi tersebut ke Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. PJJ akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk faktor keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
"Semuanya sudah saya laporkan updatenya ke Pak Wali Kota. Nanti kebijakan PJJ-nya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, kalau sudah aman baru bisa belajar seperti normal lagi," ungkapnya.
Selain banjir, Disdik Kota Bandung juga mengantisipasi kondisi rawan pohon tumbang di sejumlah sekolah akibat cuaca ekstrem. Asep memastikan sudah menginstruksikan kepala sekolah untuk memberi laporan secara berkala agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses belajar mengajar.
"Kita lebih mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pengajarnya. Jadi, semua risiko itu harus terus dipantau supaya keselamatannya jadi nomor satu di sekolah," pungkasnya.
(ral/mso)
