Berusaha melakukan penghematan pemakaian bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota Tasikmalaya menerapkan kebijakan car free day (CFD) setiap hari Rabu.
Kebijakan ini mengimbau kepada seluruh pegawai untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak ke tempat kerja. Sebagai gantinya bisa menggunakan sepeda, jalan kaki, atau menggunakan kendaraan listrik.
Namun demikian pada Rabu (15/4/2026) atau hari pertama penerapan kebijakan ini, terpantau belum semua pegawai bisa mengikuti kebijakan tersebut. Masih banyak beberapa pegawai yang membawa mobil atau sepeda motor ke kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa faktor ditengarai menjadi penyebabnya, seperti jarak rumah ke kantor yang terlampau jauh, serta kondisi lainnya.
Meski demikian tak sedikit pula ASN yang sudah mencoba mengikuti imbauan tersebut. Mereka datang ke kantor dengan mengayuh sepeda. Ada pula yang berjalan kaki sambil berolahraga.
Salah satunya dilakukan oleh Sandi Sugih, pegawai Satpol PP Kota Tasikmalaya. Hari ini dia berangkat ke kantornya dengan berjalan kaki. Rumahnya berada di wilayah Kecamatan Cihideung, sementara kantornya berada di Jalan Letnan Harun. Jaraknya lebih dari 5 kilometer.
"Lumayan segar, sambil olahraga. Jalan kaki, jaraknya ada sekitar 5 atau 6 kilometer," kata Sandi. Dia juga mengaku keliru memperhitungkan waktu tempuh, sehingga dirinya terlambat mengikuti apel.
"Berangkat dari rumah jam 07.00 WIB, sampai di kantor jam 8 lebih, terlambat ikut apel," kata Sandi.
Dia mengaku Rabu depan akan berangkat lebih awal agar tak terlambat apel. Dia juga pergi tak mengenakan seragam, seragam baru dikenakan setelah membersihkan diri di kantor. Tujuannya agar tetap segar saat beraktivitas di kantor.
Asisten Daerah (Asda) IIl Setda Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, mengatakan kebijakan CFD khusus ASN ini masih dalam tahap uji coba.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri, terkait transformasi budaya kerja yang lebih efisien dan efektif.
"Kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Kami ingin melihat bagaimana dampaknya, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun efektivitas pelayanan," ujar Asep.
Asep mengakui jika kebijakan ini belum bisa diikuti oleh seluruh pegawai Pemkot Tasikmalaya. Faktor domisili, karakteristik pekerjaan turut mempengaruhi kondisi. Sehingga pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi dan penyesuaian.
"Nanti akan dilakukan evaluasi. Kita lihat mana yang paling efektif dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," kata Asep.
Selain uji coba CFD, Pemkot Tasikmalaya juga menerapkan skema Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sebagai upaya efisiensi penggunaan energi seperti listrik dan air.
Dalam pelaksanaannya, hanya pejabat tertentu yang tetap hadir di kantor guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
"Efisiensi penting, tapi jangan sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Itu yang menjadi prioritas," kata Asep.
Simak Video "Video Warga Masih Berolahraga di Bundaran HI Meski CFD Ditiadakan"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
