Ribuan Kelelawar Jadi Penghuni Rumah di Tasikmalaya

Round-Up

Ribuan Kelelawar Jadi Penghuni Rumah di Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 08:30 WIB
Many small bats are flying out of the habitat to go to feed.
Ilustrasi kelelawar. (Foto: Getty Images/iStockphoto/BirdHunter591)
Tasikmalaya -

Ada pemandangan langka yang membuat warga Tasikmalaya heboh. Belasan ribu kelelawar ditemukan bersarang di atap rumah milik Enung, seorang warga di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Selasa (14/4).

Kelelawar itu bersarang di rumah yang diketahui sudah lama tidak dihuni oleh pemiliknya. Untuk mengusir satwa nokturnal itu, pemilik rumah akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aduh banyak pisan kelelawarnya. Saya minta bantuan Damkar," kata Enung.

Petugas UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut. Satu regu dikerahkan dengan waktu tempuh lebih dari dua jam perjalanan. Tim tersebut diterjunkan khusus untuk mengevakuasi kawanan kelelawar yang meresahkan warga.

ADVERTISEMENT

"Kami menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi. Kami bawa alat jaring," kata Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam, kepada detikJabar.

Aam mengungkapkan, awalnya pemilik rumah hanya melaporkan adanya kelelawar yang bersarang di atap. Namun, pemilik tidak merinci bahwa kawanan kelelawar tersebut berjumlah sangat masif.

"Kami hanya bawa jaring. Gak tahu kondisi kelelawar ada banyak. Bisa di atas 15 ribu itu. Muluk pokonya banyak," jelas Aam.

Kawanan kelelawar tersebut bergelantungan memenuhi kayu penopang genting hingga plafon rumah. Kondisi rumah yang lembap dan kosong dalam waktu lama diduga menjadi penyebab utama atap rumah dijadikan koloni besar oleh kelelawar.

"Ya karena lembap dan memang gampang masuknya ada lobang," ungkap Aam.

Proses evakuasi belasan ribu kelelawar ini berjalan dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam. Awalnya petugas mencoba menggunakan jaring untuk menangkap kelelawar. Namun, cara tersebut tidak efektif karena jumlah populasi yang terlalu besar.

Petugas akhirnya mengubah strategi dengan teknik pengasapan. Sebelumnya, bagian eternit dan sejumlah genting rumah sengaja dibuka untuk memberi jalur keluar. Asap dari pembakaran yang dibuat di dalam rumah perlahan membuat ribuan kelelawar berhamburan keluar melalui atap yang sudah terbuka.

"Kami akhirnya lakukan pengasapan ya. Kemudian eternit dan sebagian genting dibuka. Kelelawar perlahan keluar," kata Aam.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Engking, membenarkan pihaknya turun langsung setelah menerima laporan warga. Engking menyebut mayoritas kelelawar berhasil diusir keluar dari atap rumah, sementara beberapa di antaranya berhasil diamankan petugas.

"Alhamdulillah bisa bantu warga dan kami selesaikan tugasnya dengan baik tanpa merusak," ujar Engking.

Hingga Selasa sore, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelelawar yang tersisa di dalam rumah. Kondisi bangunan yang terbengkalai memang menjadi faktor penarik bagi koloni satwa tersebut.

"Warga diimbau segera melapor jika menemukan satwa liar bersarang dalam jumlah besar di permukiman. Selain mengganggu, kotoran kelelawar juga berpotensi membawa penyakit," pungkasnya.

(wip/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads