Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 14 April 2026 dari mulai berandalan motor ditangkap Polres Cimahi hingga belasan WNA ditangkap di Sukabumi.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
β Kemarau di Jabar Tak Kompak
Wilayah Bekasi dan Karawang dilaporkan telah memasuki musim kemarau. Meskipun musim kemarau diprediksi tiba lebih awal dengan durasi yang cukup panjang, periode mulainya musim kering di sejumlah wilayah Jawa Barat dipastikan tidak akan terjadi secara serentak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, saat ini sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung masih terendam banjir, demikian pula dengan beberapa titik di wilayah Kota Bandung.
"Memang datang musim kemarau tidak bersamaan di wilayah Jawa Barat, untuk beberapa wilayah di Bekasi dan Karawang Utara sudah masuk dan wilayah lain masih hujan," kata Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Barat Vivi Indhira Purnaningtyas dalam konferensi pers prediksi muasim kemaau yang digelar BMKG via daring hari ini.
Dalam upaya mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis panduan strategis mitigasi bencana guna menghadapi musim kemarau.
Vivi mengungkapkan langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor vital kehidupan masyarakat.
"Sektor sumber daya air, optimalisasi operasi waduk dan bendungan, percepatan pembangunan/rehabilitasi embung & tampungan air, antisipasi krisis air bersih (droping air, sumur bor darurat), dan hemat air," ungkap Vivi.
Sementara itu, pada sektor pertanian, Vivi menyarankan agar dilakukan penyesuaian kalender tanam guna menghindari puncak kemarau. Selain itu, penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan berumur pendek, pengalihan komoditas ke palawija di daerah rawan air, serta optimalisasi irigasi hemat air sangat dianjurkan.
"Sektor kebencanaan, kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Pada sektor energi dan lingkungan, Vivi menekankan pentingnya memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), penghematan energi, serta pengendalian kualitas udara akibat potensi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sektor kesehatan, antisipasi peningkatan ISPA akibat asap, edukasi hidrasi dan perlindungan panas, serta pengawasan kualitas air dan sanitasi," jelasnya.
Menyikapi transisi musim ini, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam langkah mitigasi guna menghadapi periode kering yang lebih panjang tahun ini.
"Masyarakat agar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau tahun ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi informasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak," pungkasnya.
Berandalan Motor Bacok-Begal Pengendara Cimahi Ditangkap
Dua belas anggota kelompok bermotor ditangkap polisi usai mengeroyok dan membacok seorang pengendara di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Cimahi dan Kota Bandung.
Aksi brutal tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial, korban tampak dikeroyok sejumlah orang di pinggir jalan. Para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata tajam serta benda tumpul, lalu menghantam korban hingga tersungkur.
Setelah korban tak berdaya, para pelaku melarikan diri ke arah Kota Bandung. Selain mengalami luka serius di sekujur tubuh, korban juga kehilangan ponsel yang dirampas para pelaku.
"Ya sepekan lalu terjadi pengeroyokan oleh beberapa orang di SPBU Cibeureum, ada 12 orang yang kami amankan," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra hari ini.
Niko menyebutkan, saat ini para pelaku yang mayoritas masih di bawah umur tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga sedang mendalami motif penyerangan yang menyasar korban secara acak itu.
"Sekarang masih dalam pemeriksaan, karena kita belum tahu motif dari aksi yang menyasar korban secara acak itu. Korban mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh para pelaku," ujar Niko.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, Niko menduga jumlah pelaku yang terlibat penyerangan mencapai lebih dari 12 orang.
"Berdasarkan keterangan saksi dan CCTV, saat itu diperkirakan ada 40 motor dengan jumlah orang 100 orang lebih. Kami belum bisa memastikan berapa jumlah pelakunya, namun yang jelas dari keterangan itu pastinya lebih dari 12 orang," kata Niko.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, enam dari 12 pelaku yang ditangkap merupakan daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung.
"Jadi ada 6 orang yang merupakan DPO kasus sama di daerah Margaasih. Untuk kasus yang di Margaasih, itu Satreskrim Polres Cimahi sudah mengamankan sebanyak 19 pelaku," kata Niko.
Polisi Usut Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung
Nina Saleha, ibu yang bayinya hampir tertukar melayangkan somasi kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pihak Nina menyebutkan, meski memaafkan pihak rumah sakit, pihaknya belum menyatakan damai.
Pasalnya, damai di sini merupakan klaim sepihak dari rumah sakit milik Kemenkes RI itu. Sementara Nina sendiri, belum pernah bertemu dengan perawat, petugas keamanan dan seseorang yang menerima bayinya.
Pihak Nina memberikan waktu 3x24 jam untuk menanggapi surat somasi yang disampaikan. Jika tidak pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Meski belum ada laporan dari pihak Nina, Satreskrim Polrestabes Bandung turut menyoroti kejadian ini.
Kasat Reskrim Polretabes Bandung, AKBP Anton mengatakan jika pihaknya sudah memintai keterangan pihak rumah sakit.
"Minggu kemarin kita sudah datangi rumah sakit (RSHS)," kata Anton kepada wartawan hari ini.
Anton menyebut kedatangannya ke RSHS untuk mengetahui SOP pemulangan pasien, khususnya pasien bayi. Kendati demikian, sampai saat ini kepolisian belum menerima laporan dari pihak Nina.
"Kami tetap lakukan penyelidikan," tambahnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati mengatakan, kedatangan dia bersama kliennya, Senin (13/4) kemarin ke RSHS untuk menemui Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.
Menurut Mira, pihak Nina memberi waktu kepada RSHS hingga 3 hari ke depan agar menanggapi surat somasi tersebut, jika tidak dia akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
"Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3x24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar," kata Mira.
Mira tegaskan, jika Nina meminta agar pihak RSHS terbuka dan transparan dalam menangani kasus ini.
"Maunya diungkap, dia tahu persis, dia mau tahu suster yang mana, satpamnya juga. Peristiwa ini ingin diusut," tergasnya.
WNA Ditangkap di Sukabumi
Sebuah penelusuran mandiri berhasil membongkar tabir aktivitas ilegal puluhan Warga Negara Asing (WNA) di Grand Desa Resort, Cimaja, Palabuhanratu. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi Kantor Imigrasi Sukabumi untuk melakukan operasi senyap di kawasan wisata pesisir tersebut.
Berdasarkan data investigasi yang dihimpun, aktivitas mencurigakan ini terendus dari penggunaan energi listrik dan jaringan internet yang tidak lazim untuk sebuah penginapan wisata.
Hasil pemetaan udara dan pantauan digital menunjukkan kompleks resor tersebut telah dimodifikasi secara terstruktur.
"Kompleks ini dibagi menjadi dua zona utama. Zona komputer ditandai dengan aktivitas perangkat elektronik masif, sementara zona hijau difungsikan sebagai barak tempat tidur yang padat," ungkap narasumber yang melakukan penelusuran awal hari ini.
Bukti visual investigasi dari lokasi memperlihatkan pemandangan yang mencengangkan. Di dalam kamar yang seharusnya menjadi ruang privat tamu hotel, berjajar rapi puluhan monitor PC dan perangkat server kecil. Nama-nama kamar seperti Kalimaya, Berlian, dan Zamrud teridentifikasi menjadi basis utama.
Bahkan, kamar Topaz ditemukan menjadi pusat konsentrasi perangkat komputer paling banyak.
Antarmuka pada layar monitor tersebut menampilkan karakter Mandarin dan dasbor manajemen data yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas siber. Tak hanya komputer, di atas meja kerja darurat tersebut juga ditemukan tumpukan ponsel pintar berbagai merek yang masih terhubung dengan kabel pengisi daya.
"Kondisinya sangat rapi, seperti kantor profesional namun berada di dalam kamar hotel yang tertutup rapat," tambah narasumber tersebut.
Detail investigasi ini juga mengungkap adanya logo 'Fengda Wealth Management' yang terpampang di dinding, sebuah identitas perusahaan yang tidak terdaftar dalam izin operasional resor.
Penemuan inilah yang kemudian dilaporkan kepada pihak Imigrasi untuk segera ditindaklanjuti.
Laporan yang disertai bukti foto dan video ini direspons cepat oleh tim Intelijen Imigrasi. Meski sempat terjadi aksi kejar-kejaran akibat adanya indikasi kebocoran informasi, data investigasi awal ini telah berhasil mengunci profil para pelaku hingga akhirnya 16 WNA berhasil diringkus di berbagai titik persembunyian.
Kini, seluruh perangkat elektronik dan dokumen yang ditemukan dalam penelusuran di kamar-kamar tersebut telah disita petugas sebagai barang bukti kunci untuk membongkar aktivitas siber tersebut.
β Siswi SMP Cimahi yang Viral Hilang diduga Diculik Ditemukan
Polisi mengamankan terduga pelaku penculikan seorang bocah SMP asal Kampung Bojong Tangkalak, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sebelumnya, bocah SMP berusia 13 tahun berinisial NZK diduga diculik oleh dua orang yang terekam CCTV. Seorang pria dewasa serta seorang lagi merupakan remaja lelaki. Mereka membawa korban menggunakan mobil berjenis Toyota Agya dengan nomor polisi D 1544 UAT.
NZK sendiri dilaporkan hilang oleh kedua orangtuanya sejak 8 April 2026. Korban dibawa kabur oleh dua orang berdasarkan rekaman CCTV yang viral di media sosial selama lima hari sampai akhirnya ditemukan.
"Perlu kami jelaskan bahwa benar telah terjadi satu kejadian yang ramai di media sosial dianggap penculikan. Korban dan orang yang diduga bersama korban sudah kami temukan," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemu hari ini.
Niko mengatakan saat ini terduga pelaku berinisial D (15), masih dalam pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Cimahi. Pun dengan korban yang masih dalam pengawasan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.
"Jadi terduga pelaku berinisial D, 15 tahun, saat ini masih kami periksa. Mereka kami temukan di sebuah musala di salah satu sekolah di Kota Bandung pada Senin malam," kata Niko.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan mulai dari pengecekan CCTV yang merekam aktivitas korban dengan pelaku. Lalu menelusuri jenis dan nomor polisi kendaraan yang ditumpangi keduanya.
"Jadi kita sampaikan, orang dewasa yang di video itu dia hanya sopir atau pengemudi angkutan online, jadi tidak ada kaitannya dengan pelaku," kata Niko.
(sya/sud)










































