Pelarian sejumlah warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat aktivitas siber ilegal di kawasan Palabuhanratu berakhir di tangan petugas Imigrasi.
Total ada 16 WNA yang berhasil diamankan setelah sempat berpencar untuk melarikan diri dari penginapan Grand Desa Resort.
Kasubsi Intelijen pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Daniel Putra, mengungkapkan para pelaku ditangkap di beberapa titik setelah petugas melakukan penyisiran intensif mulai dari area pesisir hingga jalur utama Cisolok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kejar berdasarkan informasi dari masyarakat sampai ke beberapa titik di pesisir pantai hingga ke jalan raya," ujar Daniel saat ditemui detikJabar, Selasa (14/4/2026).
Daniel menjelaskan, pengejaran membuahkan hasil saat petugas mendapati sejumlah WNA sedang berada di sebuah minimarket. Selebihnya, mereka ditemukan sedang bersembunyi di beberapa hotel berbeda di kawasan wisata tersebut.
"Ditemukan pertama di salah satu minimarket di kawasan Cisolok. Total yang diamankan saat ini 16 warga negara asing, terdiri dari 15 laki-laki dan satu perempuan," jelasnya.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya aktivitas kejahatan siber lintas negara. Barang bukti tersebut mulai dari alat komunikasi hingga infrastruktur jaringan internet.
"Barang buktinya berupa handphone, paspor, peralatan PC, dan jaringan internet. Masih dugaan pelanggaran cyber," ungkap Daniel.
Terkait hilangnya puluhan WNA tersebut sesaat sebelum petugas tiba di lokasi penginapan utama di Cimaja, Daniel tak menampik adanya kemungkinan bocornya informasi rencana penggeledahan.
"Terindikasi ada kebocoran informasi untuk keluar. Jadi begitu kita datang ke sini, awalnya kita hanya temukan satu WNA berkewarganegaraan China, baru setelah itu kita lakukan pengejaran," pungkasnya.
Hingga kini, ke-16 WNA tersebut masih menjalani pemeriksaan sebelum dibawa ke Kantor Imigrasi Sukabumi untuk pemeriksaan mendalam. Petugas masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi anggota komplotan yang bersembunyi di pemukiman warga atau hotel-hotel kecil di wilayah Cisolok.
(sya/yum)
