Warga di sekitar Pantai Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran, digegerkan oleh penemuan sebuah perahu katir tanpa anak buah kapal (ABK). Meski tak berawak, komponen mesin dan perlengkapan melaut lainnya ditemukan masih utuh di dalam perahu tersebut.
Nelayan yang pertama kali menemukan perahu tersebut sempat terkejut lantaran posisi perahu bersandar jauh dari titik tambat yang biasa digunakan nelayan Pantai Bojongsalawe. Kecurigaan menguat setelah ditemukan GPS, dua jeriken bensin, dan sebuah kunci di dalam perahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perahu itu pertama kali diketahui nelayan setempat pada Senin (13/4/2024) pagi, sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisi perahu saat mendarat tergolong tidak biasa, namun posisinya terlihat cukup rapi.
Menerima laporan mengenai penemuan perahu tanpa awak yang mencurigakan tersebut, Satpolairud Polres Pangandaran langsung mendatangi lokasi kejadian pada Senin (13/4/2024) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas Satpolairud segera mengamankan area dan meminta keterangan dari saksi yang pertama kali menemukan perahu tersebut.
Perahu yang ditemukan itu berwarna kuning dengan corak merah. Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, melalui Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, membenarkan adanya penemuan perahu tanpa ABK yang mencurigakan tersebut.
Pihaknya langsung melakukan olah TKP dan mengecek kondisi perahu. Berdasarkan pemeriksaan awal, perahu tersebut diduga bukan terseret arus ataupun terdampar secara alami.
"Setelah menerima laporan dari nelayan, anggota kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan terhadap perahu katir dengan nama APE MARLIN yang ditemukan tanpa awak," kata Anang kepada detikJabar melalui aplikasi perpesanan, Selasa (14/4/2024).
Menurut Anang, dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan nakhoda maupun ABK. Kendati demikian, sejumlah barang milik awak perahu berhasil diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Ia menjelaskan bahwa barang-barang yang diamankan di antaranya adalah tangki bensin, jeriken, senter, tambang, golok, gunting, powerbank, pengisi daya ponsel (charger), sebuah STNK, mesin perahu, serta tas pinggang.
Berdasarkan hasil penelusuran ke sejumlah kelompok nelayan, hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Selain itu, petugas juga terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi dari kalangan nelayan.
Saat ini, Satpolairud Polres Pangandaran masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui asal-usul perahu katir APE MARLIN tersebut, serta mencari keberadaan nakhoda dan ABK yang hingga kini masih misterius.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah Pangandaran, agar segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa atau hal mencurigakan di tengah laut.
"Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah perairan. Kami mengimbau agar setiap kejadian mencurigakan segera dilaporkan," tutupnya.
(orb/orb)
