Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai datangnya musim kemarau tahun ini. Musim kering tersebut diprediksi akan tiba lebih awal dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya.
Selain itu, kondisi cuaca tahun ini diperkirakan akan jauh lebih kering dibandingkan rata-rata selama 30 tahun terakhir.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Rajab mengatakan bahwa meski kondisi tahun ini tergolong lebih kering, masyarakat diminta tidak panik berlebihan. Ia menekankan bahwa situasi ini bukan merupakan yang terparah dalam sejarah klimatologi Indonesia.
Baca juga: 7 Fakta Bencana Melanda Wilayah Bandung Raya |
"Jika dibandingkan dengan rata-rata 30 tahun memang lebih kering, namun bukan berarti yang paling parah. Tahun 1997 dan 2015 tercatat memiliki kondisi yang jauh lebih kering dibanding (prediksi) tahun ini," kata Fachri dalam konferensi pers prediksi musim kemarau yang digelar BMKG via daring, Selasa (14/4/2026).
Fachri juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai hubungan antara fenomena El Nino dan musim kemarau. Menurutnya, keduanya adalah fenomena yang berbeda namun terjadi secara bersamaan pada tahun ini.
"Musim kemarau bukan disebabkan oleh El Nino, namun musim kemarau saat ini memang datang berbarengan dengan aktifnya El Nino," ungkapnya.
Simak Video "Video: April 2026, Indonesia Diprediksi Masuk Musim Kemarau"
(wip/mso)