Prediksi BMKG soal Puncak Musim Kemarau di Jatim

Prediksi BMKG soal Puncak Musim Kemarau di Jatim

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 19:45 WIB
Ilustrasi musim kemarau
Ilustrasi kemarau/Foto: Engin Akyurt/Pexels
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di Jawa Timur pada 2026 akan terjadi bervariasi mulai April hingga Juni. Namun, sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno mengatakan, prediksi tersebut disusun berdasarkan analisis dinamika atmosfer global maupun regional.

"Prediksi menunjukkan kondisi ENSO Netral pada Maret-Juni 2026, kemudian peluang 50-60% El Nino lemah hingga moderat mulai pertengahan tahun. IOD diprediksi netral sepanjang tahun, suhu permukaan laut Indonesia normal hingga hangat, serta Monsun Australia mulai memasuki wilayah Indonesia bagian selatan mulai Maret 2026," kata Anung dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar wilayah atau 43 Zona Musim (ZOM) yakni sekitar 58,1% diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

ADVERTISEMENT

"Sifat hujan musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi berada pada kondisi bawah normal," ujar Anung.

Ia menambahkan, secara umum awal musim kemarau tahun ini juga berpotensi mengalami pergeseran dibandingkan kondisi normal.

"Awal musim kemarau tahun 2026 diprediksi mundur sekitar 48,6%, sama dengan normal 31,1%, dan maju 20,3% dari normalnya," jelasnya.

Untuk puncak musim kemarau, BMKG memperkirakan mayoritas wilayah Jawa Timur akan mengalaminya pada Agustus 2026 sebanyak 53 ZOM.

"Durasi musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang terjadi pada 52,7%," pungkasnya




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads