382 Ribu Pelamar Serbu Aplikasi Nyari Gawe

382 Ribu Pelamar Serbu Aplikasi Nyari Gawe

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 22:30 WIB
Friends group having addicted fun using mobile smart phone - Close up of people hands sharing content on social media network with smartphone - Technology concept with millenials online with cellphone
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ViewApart)
Bandung -

Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjembatani lulusan sekolah dengan dunia kerja mulai membuahkan hasil. Aplikasi Nyari Gawe Jabar kini menjadi pintu utama bagi pencari kerja, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk menemukan peluang karier secara cepat dan terarah.

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, Hendra Kusuma Sumantri, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada Oktober 2025, aplikasi ini mendapat respons positif dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga akhir Maret 2026, tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar, dengan total lebih dari 14 ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan yang tergabung," katanya, Senin (13/4/2026).

Tak sekadar menampilkan lowongan, Nyari Gawe dirancang sebagai platform pencarian kerja yang lebih mutakhir. Pengguna dapat mencari pekerjaan berdasarkan lokasi, memantau status lamaran, hingga mengikuti tes psikologi secara daring.

ADVERTISEMENT

Bahkan, tersedia fitur analisis profil berbasis kecerdasan buatan (AI profile analysis) yang membantu pencari kerja mendapatkan rekomendasi pekerjaan sesuai dengan kompetensi mereka.

Pemerintah pun terus mendorong perusahaan untuk aktif terlibat, baik dalam membuka lowongan maupun melaporkan proses rekrutmen melalui platform ini secara transparan.

"Ke depan, aplikasi Nyari Gawe akan dikembangkan menjadi platform multi-channel, termasuk berbasis website guna memudahkan perusahaan dalam mencari kandidat sesuai kebutuhan industri," terangnya.

Di sisi lain, optimalisasi aplikasi ini juga bergantung pada kesiapan siswa sebagai pengguna utama. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat meminta sekolah berperan aktif dalam melakukan sosialisasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menegaskan pentingnya pemahaman siswa terhadap fungsionalitas aplikasi ini sejak dini.

"Saya minta sosialisasi ini dilakukan secara masif melalui struktur sekolah. Mulai dari kepala sekolah, wali kelas hingga Bursa Kerja Khusus (BKK)," ucap Purwanto.

Tak hanya itu, pengawasan ketat juga akan dilakukan untuk memastikan aplikasi benar-benar dimanfaatkan oleh target sasaran. "Bahkan, ada potensi sidak dari Gubernur sehingga kesiapan siswa dalam mengoperasikan aplikasi menjadi penting," tegasnya.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads