Nita Anita Sari, wanita asal Garut dilaporkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Kabupaten Kampar, Riau. Keluarga menilai ada kejanggalan di balik tewasnya wanita berumur 24 tahun tersebut dan berharap kejelasannya dari aparat setempat.
Kabar mengenai tewasnya Nita ini, mulai muncul ke publik setelah Pemkab Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBPPPA) Garut memulangkan anak Nita, yang masih berumur 3 tahun itu ke kampung halamannya pada Rabu, (8/4) kemarin.
Menurut Kepala DPPKBPPPA, Yayan Waryana, pihaknya menerima informasi adanya seorang balita, anak dari warga Garut, yang tinggal sendirian setelah ibunya meninggal dunia di Kabupaten Kampar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singkat cerita, upaya pemulangan kemudian dilakukan hingga akhirnya bocah perempuan tersebut kini sudah dikembalikan lagi kepada keluarganya, Kamis, (9/4) kemarin.
"Begitu kami menerima laporan dari keluarga, kami langsung bergerak melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Kampar untuk memastikan kondisi ibu dan anak tersebut," ucap Yayan.
Meskipun sang anak berhasil dipulangkan, namun jasad sang ibu, Nita, dimakamkan di Kabupaten Kampar. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan pihak keluarga, khususnya karena faktor ekonomi.
Kejanggalan di Balik Tewasnya Nita
Nita sendiri, ibu dari anak tersebut, dilaporkan mengalami musibah kebakaran pada akhir Maret 2026 lalu. Setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Bangkinang, Nita dilaporkan meninggal dunia pada tanggal 1 April 2026.
Tewasnya Nita ini, meninggalkan pertanyaan besar di benak pihak keluarga. Melalui Kepala Dusun tempat tinggal Nita di Kecamatan Singajaya, Abdul Latif, pihak keluarga mengatakan tewasnya Nita janggal.
"Pertama, keluarga baru dikabari bahwa Nita terkena musibah setelah seminggu di rumah sakit. Itu pun bukan sama suaminya, tapi sama tetangga," kata Latif kepada detikJabar, Jumat, (10/4/2026) petang.
Latif menuturkan, Nita merantau ke Kabupaten Kampar bersama sang suami dan anaknya, hasil perkawinan dari pernikahan sebelumnya. Di sana, suami Nita diketahui bekerja sebagai sopir ojek kayu.
Menurut Latif, keluarga merasa janggal atas kematian Nita, karena justru menerima kabar dari tetangga. Sedangkan sang suami, hingga kini tidak menjalin komunikasi dengan keluarga, dan bahkan tidak diketahui keberadaannya.
"Tidak ada sama sekali menghubungi keluarga. Saat anak dipulangkan juga, dia tidak ada," katanya.
Latif menjelaskan, pihak keluarga sangat berharap adanya kejelasan terkait kematian Nita. Keluarga berharap agar pihak kepolisian di Kabupaten Kampar melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.
"Ingin tahu seperti apa informasi yang sejelas-jelasnya. Karena kami sangat merasa janggal atas kematian Nita," ucap Latif.
Jasad Nita sendiri saat ini dimakamkan di Kabupaten Kampar, atas dasar pertimbangan keluarga, khususnya karena faktor ekonomi. Sedangkan anak Nita, saat ini sudah berada di dalam perlindungan pihak keluarga di Garut.
(sud/sud)
