Kado Penuh Makna, Bocah 12 Tahun Didaftarkan Haji oleh Ortunya

Kabupaten Bandung Barat

Kado Penuh Makna, Bocah 12 Tahun Didaftarkan Haji oleh Ortunya

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 10 Apr 2026 19:30 WIB
Bocah 12 Tahun asal KBB daftar haji
Bocah 12 Tahun asal KBB daftar haji (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Akira Shidqii Aulia, dapat kado ulangtahun spesial dari kedua orangtuanya. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, bukan kado barang atau kado lain yang biasa diberikan buat anak seusianya yang didapat.

Siswa MTs Negeri 1 Cimahi itu dapat kado spesial, yakni didaftarkan untuk berangkat ke tanah suci. Bukan sekadar umroh, namun Akira sudah didaftarkan untuk berhaji semenjak dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu jadi kado yang sama sekali tak ia bayangkan. Di kala teman sebayanya sibuk mengoleksi barang dan berkutat dengan mainan, Akira justru dibekali dengan nilai-nilai keagamaan di tengah pergaulan anak yang semakin tak terkendali.

"Ya karena memang saya khawatir dengan pergaulan anak-anak, kebetulan saya memang mengutamakan nilai dan pembekalan agama, sejak kecil saya sekolahkan dia di MI, kemudian MTs," kata ibu Akira, Linda Perdani (38), saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

Linda kemudian berbincang dengan sang anak untuk mendaftarkannya haji setelah ulangtahun yang ke 12. Saat itu, sang anak yang masih belia belum paham apapun soal berhaji sebagai rukun islam.

"Kemudian saya ngobrol sama anak, daftar haji ya karena kan sudah 12 tahun, itu jadi persyaratan bisa daftar haji. Kebetulan berkaca dari saya, nunggu lumayan lama kalau reguler, jadi saya putuskan buat anak daftar dari sekarang," kata Linda.

Akira akhirnya terdaftar sebagai calon jemaah haji termuda asal Kabupaten Bandung Barat (KBB). Selain Akira, ada puluhan anak lain asal Bandung Barat yang juga didaftarkan orangtuanya berhaji di tahun ini.

"Alhamdulillah sudah, insyaallah berangkat tahun 2053. Jadi kenapa saya daftarkan sejak kecil, biar nanti pas dia berangkat itu kondisi fisiknya masih prima. Kan berhaji itu ibadah fisik," kata Linda.

Sementara itu, Akira bahagia bisa didaftarkan haji oleh ibu dan ayahnya. Meskipun ia belum benar-benar paham bagaimana ibadah haji akan dijalankan, namun setidaknya ia sudah punya bayangan soal tanah suci.

"Awalnya ya karena disuruh orangtua, tapi senang bisa daftar haji. Saya sih ya ikut saja, kan yang bayar orangtua," kata Akira sembari tertawa.

Ia tak punya persiapan apapun. Hanya tetap menjalankan keseharian dan mempertebal keimanan sebelum menginjakkan kaki di tanah suci.

"Ya enggak ada persiapan, soalnya kan berangkat juga masih lama. Mau dirahasiakan dulu aja, nanti aja malu sama teman sekolah," kata Akira.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads