Nasib ratusan siswa SMK IDN Boarding School kini terkatung-katung lantaran operasional sekolah dihentikan akibat masalah perizinan. Polemik ini menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Jawa Barat.
Kekhawatiran terbesar muncul dari siswa kelas XII yang terancam tidak mendapatkan ijazah atas nama sekolah asal jika persoalan perizinan tak kunjung tuntas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah menyebut persoalan ini sejatinya tidak serumit yang dibayangkan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mengejar penyelesaian proses perizinan sekolah yang sebelumnya bermasalah.
"Tadi sama Pak Kabid dari Disdik, kemudian Biro Hukum yang Insyaallah kesepakatannya adalah urusannya ternyata sangat sederhana yaitu, menyelesaikan urusan perizinan," ujar Siti usai rapat bersama di Gedung DPRD Jabar, Senin (6/4/2026).
DPRD pun bergerak cepat dengan rencana memanggil pihak pengelola sekolah bersama sejumlah instansi terkait, termasuk DPMPTSP Jabar dan Pemkab Bogor. Targetnya, izin harus rampung sebelum proses input ijazah dimulai.
"Intinya kami sebagai wakil rakyat mendengar secara langsung, bahwa keinginan dari komite terhadap tuntutannya itu sudah dipermudah oleh pihak-pihak yang sekarang hadir. Kemudian poin disepakati kita jalankan. Sebelum input dari ijazah yang harus diberikan kepada anak kelas XII, itu 1 minggu sebelum sudah beres," jelasnya.
Sambil menunggu proses tersebut, Dinas Pendidikan Jabar telah menyiapkan langkah darurat. Kepala Bidang Pembinaan SMK, Edy Purwanto, menyebut seluruh siswa telah dipindahkan sementara ke sekolah lain agar proses belajar tetap berjalan.
"Antara kelas XII, kelas XI, kelas X seluruhnya sudah kita pindah sekarang. Dipindahkan seluruhnya karena memang kan sampai perizinannya keluar," katanya.
Namun, solusi ini menyisakan konsekuensi. Jika izin belum selesai saat ijazah diterbitkan, maka dokumen kelulusan siswa akan mengikuti sekolah tempat mereka saat ini terdaftar. "Ijazahnya pada SMK yang di hari ini," tegas Edy.
Simak Video "Video KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu, Sejumlah Dokumen Disita"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)











































