Lima batang pohon di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cieunteung, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, tumbang. Kondisi ini menyebabkan puluhan makam rusak. Sebagian bahkan terbongkar akibat terdorong akar pohon yang tercerabut.
Pengurus TPU Cieunteung, Aris Hidayat, menyebut pohon-pohon yang tumbang tersebut memang sudah berusia tua dan rapuh, terutama pada bagian akar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pohonnya memang sudah tua, sebagian akarnya juga sudah keropos. Jadi saat hujan deras dan angin kencang, langsung tumbang dan menimpa makam," kata Aris.
Aris menjelaskan, peristiwa pohon tumbang terjadi pada Minggu (5/4/2024) sore, setelah wilayah Tasikmalaya diguyur hujan deras dan angin kencang. Kendati demikian, upaya evakuasi dan pembenahan baru dilakukan Senin (6/4/2024) dengan melibatkan tim BPBD Kota Tasikmalaya.
"Kejadiannya kemarin menjelang sore, hujan deras dan anginnya cukup kencang. Cuacanya cukup ekstrem. Pohon-pohonnya tumbang hampir bersamaan," kata Aris.
Aris menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 10 makam mengalami kerusakan berat. Jumlah tersebut belum pasti karena sebagian makam masih tertutup batang pohon yang belum dievakuasi.
"Yang terlihat sudah lebih dari 10 makam rusak berat, tapi belum bisa dipastikan totalnya karena masih tertutup batang dan ranting pohon. Sepertinya ada puluhan," kata Aris.
Kabar kerusakan makam di TPU Cieunteung ini memicu kedatangan sejumlah ahli waris untuk memeriksa kondisi makam keluarganya. Sejauh ini, mereka masih menantikan proses evakuasi pohon selesai.
"Sebagian besar makam yang rusak ini milik warga Tasikmalaya. Jadi tadi ada beberapa keluarga yang langsung datang ke lokasi untuk meninjau kondisi makam keluarganya," ujar Aris.
Olis, salah seorang warga, mengatakan empat makam keluarganya rusak berat akibat tertimpa pohon. "Rusak ada 4 makam, nisan pecah, temboknya juga. Nanti setelah dahan pohonnya beres mungkin akan diperbaiki," kata Olis.
(iqk/iqk)
