Dilema Jembatan Cirahong: Penjaga Hilang, Keamanan Dipertanyakan

Dilema Jembatan Cirahong: Penjaga Hilang, Keamanan Dipertanyakan

Dadang Hermansyah - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 11:46 WIB
Kondisi Jembatan Cirahong
Kondisi Jembatan Cirahong (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Suasana di Jembatan Cirahong, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, tampak berbeda usai viral dugaan pungutan liar (pungli) di media sosial. Kini, tidak ada lagi warga yang berjaga untuk mengatur arus lalu lintas di jembatan penghubung Ciamis-Tasikmalaya tersebut, Minggu (5/4/2026).

Pantauan detikJabar di lokasi, arus kendaraan roda dua yang sebelumnya diatur bergantian kini mengalir bersamaan dari dua arah. Pengendara pun terlihat lebih berhati-hati saat melintas, terutama di bagian tengah jembatan.

Sejumlah pengendara sempat tampak kebingungan. Mereka berhenti di depan pintu jembatan sambil menyiapkan uang receh seperti kebiasaan sebelumnya. Namun, setelah mengetahui tidak ada lagi penjaga, mereka langsung melanjutkan perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, masih ada pengendara yang tetap melempar koin pecahan Rp500 ke arah saung di depan jembatan, meski tidak ada yang berjaga. Kebiasaan itu disebut sebagai bentuk terima kasih atas jasa pengaturan lalu lintas sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Kondisi tanpa penjaga ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga menilai keberadaan penjaga masih diperlukan, terutama untuk menjaga keamanan dan mengatur arus kendaraan, apalagi pada malam hari.

Ade (45), pedagang kerupuk asal Baregbeg yang setiap hari melintas di jembatan tersebut, mengaku lebih nyaman jika ada penjaga.

"Kalau ada yang jaga, saya tidak keberatan kasih Rp1.000 atau Rp2.000. Soalnya jadi lebih aman. Apalagi malam hari, takut ada kejahatan. Kalau tidak ada yang jaga, agak khawatir juga," ujarnya.

Senada, warga Pawindan, Ahmad Himawan, menilai keberadaan penjaga selama ini cukup membantu pengendara. Ia bahkan menyayangkan respons terhadap isu yang viral di media sosial.

"Sekarang jembatan tidak ada yang jaga, mungkin karena takut dipidanakan atau karena viral. Padahal di lapangan, banyak pengendara yang merasa terbantu. Kalau berpapasan risikonya besar, apalagi saat hujan," katanya.

Kondisi Jembatan CirahongKondisi Jembatan Cirahong (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).

Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah, seperti penempatan petugas resmi atau pemasangan rambu lalu lintas.

"Kalau memang penjaga dihentikan, harus ada solusi. Misalnya petugas resmi atau rambu. Ini jalur penting bagi warga Ciamis dan Tasikmalaya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, membenarkan sejak Sabtu siang tidak ada lagi warga yang berjaga di lokasi jembatan.

"Betul, sejak kemarin sudah tidak ada yang jaga. Tadi malam saya sampai turun langsung ke lokasi karena khawatir. Kondisinya gelap dan sepi, tidak ada orang sama sekali," ungkapnya.

Ia mengaku merasa waswas dengan kondisi tersebut, terutama terkait potensi kecelakaan atau tindak kejahatan.

"Biasanya kalau ada penjaga, pengendara yang takut bisa dibantu, bahkan diantar. Kalau sekarang sepi sekali, rasanya seperti masuk gua. Jujur ada rasa khawatir," ujarnya.

Kartoyo menambahkan, hingga saat ini belum ada solusi terkait pengaturan lalu lintas di Jembatan Cirahong.

"Untuk sementara belum ada solusi. Kami sebagai pemerintah desa mengikuti kebijakan, tapi tetap berharap ada langkah pengamanan ke depan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads