Video dengan narasi dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, viral di berbagai platform media sosial. Benarkah melintas Jembatan Cirahong harus bayar?
Video itu memperlihatkan pengendara melintasi jembatan cirahong. Keterangan dalam video itu, dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali dilaporkan terjadi di area masuk Jembatan Cirahong yang menghubungkan Ciamis dan Tasikmalaya.
Pengendara roda dua kerap dimintai uang oleh oknum saat melintasi jembatan bersejarah tersebut. Terbaru videonya viral setelah diunggah akun Tik Tok @/dirasukin yang telah ditonton oleh 180ribu lebih penonton dan dibanjiri 1400+ komentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara resmi, melintasi jembatan milik PT KAI ini tidak dipungut biaya. Uang yang diminta oleh warga lokal di kedua ujung jembatan sering dikategorikan sebagai pungutan liar karena tidak masuk ke kas negara atau daerah.
Meskipun ada yang membantu mengatur jalan, kondisi jembatan yang beralaskan kayu tetap dianggap berbahaya bagi pengendara roda dua. Membayar 'uang jasa' tidak menjamin keselamatan apalagi infrastruktur jembatan yang sebenarnya sudah berusia 133 tahun.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ciamis dikabarkan sedang dalam proses pembebasan lahan untuk membangun Jembatan Cirahong 2. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen agar mobilitas warga dan wisatawan tidak lagi bergantung pada jembatan kereta api tua yang dikelola oleh oknum warga.
Video tersebut mendapat tanggapan beragam dari pengguna media sosial. Ada yang merasa terganggu dengan dugaan pungli itu, namun banyak juga netizen menilai merasa terbantu dengan adanya warga menjaga jembatan tersebut. Ada pun uang yang diberikan kepada orang yang menjaga secara sukarela tidak ada paksaan.
"Sebagai warga asli Ciamis, sering bolak balik lewat cirahong, gak pernah dipaksa utk ngasih ke mereka, seikhlasnya, lagipula mereka hanya ngatur lalu lintas disana, soalnya di jembatan cirahong itu gak bisa masuk 2 arah kendaraan motor secara bersamaan, sistemnya buka tutup 1 jalur. Kalau kalian lewat sana gak ngasih pun, gak bakal dipaksa ataupun dikejar kejar," ungkap akun @muhammadsuhudfadixx.
"Itu bukan pungli, tidak mematok harga dan seikhlas nya, tidak dikasih pun tidak akan jadi masalah, mereka hanya mengatur jalan buka tutup supaya 1 arah bergantian," kata akun lainnya @natreusxx.
Sementara itu, seorang pengguna jalan Erwin asal Tasikmalaya, secara pribadi mengaku terbantu dengan adanya warga yang menjaga dan mengatur di Jembatan Cirahong. Erwin kerap melintasi Jembatan Cirahong hampir setiap hari untuk menuju ke perkotaan Ciamis. Mengingat, jalur ini memangkas waktu dan lebih dekat dibanding ke jalan raya.
"Kalau muter lama dan jaraknya cukup jauh. Intinya merasa terbantu ada yang jaga, saya pun ikhlas ngasih seribu atau dua ribu, sebagai bentuk terima kasih. Kadang kalau tidak ada receh pas melintas tidak ngasih juga tidak masalah," ungkapnya, Sabtu (4/4/2026).
Tanggapan Kepala Desa Pawindan
Menanggapi video viral yang menarasikan dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, memberikan tanggapan. Ia menyebut apabila disebut pungli tentunya tidak tepat dan bukan pungli.
"Di Cirahong tidak ada pungli. Pungli itu sifatnya memaksa, sementara yang terjadi di sini sifatnya sukarela," ujarnya.
Ahmad menjelaskan, warga Desa Pawindan berjaga di sekitar jembatan untuk membantu mengatur arus lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat seperti pada musim mudik. Menurutnya, kondisi jembatan yang sempit dan tinggi membuat kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan.
"Kendaraan yang melintas, sepeda motor, jumlahnya cukup banyak. Jadi perlu ada yang mengatur agar tidak krodit di tengah jembatan," katanya.
Ia menambahkan, warga yang berjaga tidak pernah meminta uang secara paksa kepada pengguna jalan. Namun, jika ada pengendara yang memberikan uang receh atau rokok sebagai bentuk terima kasih, hal tersebut diterima secara sukarela.
"Kalau ada yang memberi, diterima. Tapi kalau tidak memberi juga tidak masalah. Tidak ada paksaan sama sekali," tegasnya.
Selain membantu kelancaran lalu lintas, keberadaan warga yang berjaga juga dinilai memberikan rasa aman. Ahmad menyebut, sebelumnya kawasan tersebut sempat rawan tindak kejahatan.
"Dulu sebelum ada yang berjaga, pernah ada begal. Sekarang dengan adanya warga yang jaga, kondisi jadi lebih aman," ungkapnya.
Tak hanya itu, warga yang berjaga juga disebut beberapa kali berhasil mencegah aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Cirahong.
"Pernah juga ada yang diduga mau loncat dari jembatan, tapi bisa dicegah karena ada warga di lokasi," tambahnya.
Terkait uang yang diterima dari pengguna jalan, Ahmad mengatakan hal itu digunakan untuk sekadar makan dan rokok penjaga itu sendiri.
"Kadang untuk makan mereka sendiri. Itu pun dari orang-orang yang ikhlas memberi sebagai bentuk terima kasih," jelasnya.
Warga yang bertugas berjaga, dilakukan secara bergiliran dengan jumlah satu hingga dua orang di setiap waktu. Ahmad menyampaikan permohonan maaf jika keberadaan warga yang berjaga dianggap mengganggu.
"Kalau ada masyarakat yang merasa terganggu atau dirugikan, kami mohon maaf. Pada dasarnya, warga kami hanya ingin menjaga keamanan di wilayah sendiri," pungkasnya.
Polisi Cek ke Lokasi
Polres Ciamis bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (4/4/2026) siang. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat sekaligus untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan, Kasat Intelkam Polres Ciamis AKP Rahmat Komara mendatangi lokasi. Hadir juga Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo dan Kepala Desa Panyingkiran Soleh dan juga perwakilan warga.
Petugas melakukan klarifikasi langsung terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pungli tersebut. Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya kewajiban pembayaran bagi pengguna jalan yang melintas di Jembatan Cirahong. Pemberian uang oleh pengendara diketahui bersifat sukarela.
Meski demikian, untuk menghindari potensi kesalahpahaman serta mencegah gangguan kamtibmas, aparat bersama pemerintah desa mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas pengaturan lalu lintas sekaligus pungutan yang dilakukan oleh warga setempat.
Kepala Desa Panyingkiran dan Kepala Desa Pawindan menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran bagi masyarakat yang melintas di jembatan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat luas.
Sejak pukul 12.00 WIB, seluruh aktivitas pengaturan lalu lintas dan pungutan oleh warga resmi dihentikan. Pengaturan arus kendaraan di Jembatan Cirahong kini sepenuhnya diambil alih oleh pihak kepolisian guna memastikan kelancaran dan keamanan pengguna jalan.
Petugas mendatangi Jembatan Cirahong di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Foto: Istimewa |
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah melalui Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan, menegaskan Polri berkomitmen untuk merespons cepat setiap informasi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, termasuk isu pungutan liar. Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik serta memastikan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
"Jadi anggota melakukan Gatur. Kemarin ada netizen lewat di Cirahong, seolah-olah di sini ada pungutan liar. Padahal mereka adalah relawan dari masyarakat sekitar yang mengatur arus lalu lintas di Jembatan Cirahong. Karena kita tidak bisa mengcover seluruh titik rawan kecelakaan. Jadi dengan adanya mereka, kita merasa terbantu apalagi masyarakat," ujar Alan.
Alan menegaskan, pada prinsipnya warga yang berjaga di Jembatan di Cirahong merupakan relawan.
"Ada yang ngasih diterima tapi tidak memaksa hanya sebatas keihklasan saja. Itu pun dipakai makan minum mereka selama bertugas di sini," ungkapnya.
Alan mengatakan petugas kepolisian akan berjaga di Jembatan Cirahong secara situasional melihat situasi dan kondisi dilapangan nantinya.
"Warga yang biasa menjaga di Jembatan Cirahong yang saat ini istirahat apakah akan berjaga lagi, kami belum mengetahuinya. Namun demikian kami imbau masyarakat tetap berhati-hati melintasi jembatan Cirahong ini," pungkasnya.
Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)

