Kabar Internasional

Ultimatum Iran Menguat, Pangkalan AS Jadi Sasaran

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Sabtu, 04 Apr 2026 14:30 WIB
Iran (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Markas besar pusat angkatan bersenjata Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Iran mengultimatum negara-negara tersebut untuk mengusir pasukan AS atau menghadapi potensi serangan.

Melansir detikNews, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pihaknya siap melancarkan serangan terhadap aset-aset milik AS dan Israel, serta infrastruktur negara yang tetap menampung kehadiran militer Amerika.

Peringatan ini disebut sebagai respons atas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan, pembangkit listrik, dan fasilitas energi.

"Sebagai tanggapan terhadap retorika provokatif Presiden AS dan ancaman berulang-ulangnya mengenai penghancuran jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur listrik dan energi Iran, kami sekali lagi memperingatkan," ujar Zolfaghari dalam pernyataannya, dikutip dari Press TV, Sabtu (4/4/2026).

Ia menegaskan bahwa jika ancaman tersebut direalisasikan, angkatan bersenjata Iran akan merespons dengan kekuatan besar.

Dalam pernyataannya, Zolfaghari juga menyebut bahwa selain menargetkan aset AS dan Israel, serangan dapat meluas ke sektor-sektor vital di negara-negara sekutu, termasuk pusat energi, ekonomi, dan infrastruktur penting lainnya.

"Angkatan bersenjata Iran, selain menyerang semua aset rezim Israel dan AS, akan menargetkan sektor-sektor yang lebih penting dan luas dari ibu kota mereka, serta negara-negara tuan rumah dan sekutu AS," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa potensi serangan tersebut akan difokuskan pada pusat bahan bakar, energi, ekonomi, dan pembangkit listrik, dengan dampak yang disebut akan lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.

Iran juga menyampaikan peringatan langsung kepada negara-negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

"Negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS di wilayah tersebut harus memaksa Amerika untuk menarik diri dari wilayah mereka jika mereka tidak ingin dirugikan," kata Zolfaghari.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel telah berlangsung sejak akhir Februari, dengan saling serang terhadap target militer di kawasan Asia Barat.

Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan, dengan potensi eskalasi yang dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.


Artikel ini sudah tayang di detikNews



Simak Video "Video Alasan Iran juga Serang Bahrain-Kuwait-UEA: Yang Kami Lawan AS"

(ita/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork