Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kota Bandung, pada Jumat (3/4/2026). Di antara suara gemuruh yang menggelegar, es seukuran kerikil jatuh dari langit.
Kejadian ini terpantau terjadi di wilayah Kecamatan Sukajadi, Cicendo, Bandung Kulon, Bojongloa Kaler dan sebagian wilayah Kota Cimahi selatan. Yusnia (31), salah seorang warga Sukagalih mengatakan, hujan turun sekitar pukul 13.30 WIB.
"Sebelumnya terdengar suara halilintar cukup keras, kemudian hujan turun dan anginnya sangat kencang," ujar Yusnia kepada detikJabar.
Suara hujan yang semula turun perlahan, kata Yusnia, mendadak berubah ritme ketika butiran es mulai jatuh. Terdengar bunyi keras dan berulang saat es menghantam atap rumah warga, menciptakan denting yang tajam di antara rintik hujan.
Ketukan demi ketukan terdengar jelas, lebih nyaring dibanding suara hujan biasa. Saat intensitas meningkat, bunyi yang muncul menyerupai taburan kerikil yang dilemparkan ke atas atap, berpadu dengan gemuruh air yang terus mengalir.
"Ada butiran es," katanya.
Pohon Tumbang
Sejumlah pohon dilaporkan tumbang di wilayah Pasteur, Kota Bandung. Pohon tumbang di jalur utama menuju Kota Bandung, tepatnya di mulut jalan dr Djunjunan. Sementara itu, pohon juga tumbang di sekitar perempatan Sukajadi-Pasirkaliki, yang mengarah ke arah Tol Pasteur.
Pohon besar juga dilaporkan tumbang di wilayah Kopo, tepatnya di sekitar area RS Santosa. Informasi yang dihimpun detikJabar, saat ini petugas kewilayahan telah berkoordinasi untuk menangani kejadian tersebut.
Analisis BMKG
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu mengatakan, selama sepekan terakhir, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya.
Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan konvektif yakni suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air, serta keberadaan pola siklonik di Samudra Hindia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) tepat di atas pulau Jawa.
"Ditinjau dari Musim saat ini sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara memasuki masa peralihan dan sebagian besar masih dalam periode musim hujan. Pada masa peralihan terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal," ujar Rahayu dalam keterangan yang diterima detikJabar.
Ia mengimbau agar warga dan instansi terkait agar waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang.
(yum/yum)