BMKG Prediksi Awal Kemarau di Jabar Mulai April, Ini Wilayahnya

BMKG Prediksi Awal Kemarau di Jabar Mulai April, Ini Wilayahnya

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 10:22 WIB
Hujan disertai angin dan petir melanda kawasan Bandung. Warga pun diimbau untuk berhati-hati dan waspada akan potensi cuaca esktrem.
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi wilayah Bandung Raya hingga Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada pekan ini.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Di antaranya adalah suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air, serta keberadaan pola siklonik di Samudra Hindia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) tepat di atas Pulau Jawa.

"Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin di atas Jawa Barat serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850-500 mb (berkisar 30-98%) dan tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat, yang secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jawa Barat," kata Ayu, sapaan karib Teguh Rahayu, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayu mengungkapkan, ditinjau dari musim saat ini, sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara mulai memasuki masa peralihan (pancaroba), sementara sebagian besar lainnya masih dalam periode musim hujan. Pada masa peralihan, terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal.

"Awal musim kemarau di Jawa Barat bervariasi mulai dari April, Mei, Juni. Puncak musim kemarau sebagian besar diprediksi di Juli dan Agustus," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Ayu, dalam sepekan ke depan, terdapat beberapa dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Salah satunya adalah suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia bagian barat.

"Masih ada potensi terbentuknya daerah belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat meski tidak persisten selama sepekan ke depan, gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial diprakirakan akan aktif di awal hingga pertengahan pekan, dan kondisi labilitas atmosfer masih diprakirakan bervariasi pada kategori ringan hingga kuat yang mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal," jelasnya.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat periode 30 Maret hingga 5 April 2026 diprediksi terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

"Himbauan, masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang. Tetap tenang dan siaga, mengenali resiko di lingkungan sekitar dan memperbaharui informasi cuaca terkini yang dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG," pungkasnya.



(wip/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads