Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini. Mulai dari gempa yang mengguncang Sukabumi hingga penggeledahan rumah Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono di Indramayu.
Berikut rangkuman Jabar hari ini
1. Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, siang ini. Pusat gempa berada di laut.
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kanal informasinya, Kamis (2/4/2026). Gempa dilaporkan terjadi pada pukul 13.42 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Info Gempa Mag:4.5, 02-Apr-2026 13:42:46 WIB," tulis BMKG.
Pusat gempa berada di koordinat 7,64 Lintang Selatan (LS) dan 106,43 Bujur Timur (BT). Titik ini berjarak sekitar 73 kilometer arah selatan dari Kabupaten Sukabumi.
"Lok: 7.64 LS - 106.43 BT, 73 km Selatan KAB-SUKABUMI-JABAR," lanjutnya.
2. Pilu Pria Bandung Telantar di Sorong Papua
Nasib pilu menimpa seorang warga Ciparay, Kabupaten Bandung, Rahman Ramdani (41). Niatnya mengadu nasib demi meraih pundi-pundi keuangan, namun malah jadi telantar selama satu bulan di Sorong, Papua Barat.
Pria tersebut semula dijanjikan bekerja di perkebunan kelapa sawit dengan gaji yang menggiurkan. Namun setelah sampai di lokasi, pria tersebut tidak lolos tes kesehatan dan tidak dikembalikan pulang sesuai dengan perjanjian.
Camat Ciparay Anjar Lugiyana membenarkan ada warganya yang saat ini terlantar di Papua Barat. Bahkan saat ini pihaknya telah melakukan penelusuran keberadaan keluarganya.
"Ya, perihal tadi warga kami yang sedang katakanlah telantar di Sorong ya. Informasi tadi setelah ditelusuri betul, warga kami dan keluarganya juga masih ada," ujar Anjar, kepada awak media, Kamis (2/4/2026).
Anjar mengungkapkan kondisi keluarganya yang ada di Ciparay dalam keadaan sakit dan sulit berkomunikasi. Namun setelah berupaya dan akhirnya bisa berkomunikasi secara langsung dengan Rahman.
"Kebetulan beliau sedang di Sorong ingin pulang dan sekarang sedang dikomunikasikan dengan Dinas Sosial supaya bisa membantu kepulangannya," katanya.
Dia menyebutkan saat ini pihak Kecamatan melalui TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) berkolaborasi dengan Puskesmas dan Desa. Hal tersebut dilakukan dalam mengupayakan kepulangan Rahman.
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa memulangkan dia (Rahman)," jelasnya.
Sementara itu, Rahman mendapatkan informasi lowongan pekerjaan tersebut di sosial media Facebook. Pekerjaan yang ditawarkan adalah sebagai pemeliharaan dan memanen di perkebunan kelapa sawit, Sorong, Papua Barat.
"Upah yang dijanjikan adalah Rp6 juta sampai Rp8 juta per bulan. Kami juga dijanjikan akan mendapatkan fasilitas tempat tinggal, kasur untuk istirahat, serta sembako gratis selama satu bulan pertama," ujar Rahman, dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, biaya transportasi dari rumah menuju ke Papua Barat ditanggung oleh pihak agen. Nantinya biaya tersebut akan dipotong dari gaji setiap bulannya. Setelah itu dirinya menerima tawaran pekerjaan tersebut.
Pada Sabtu 7 Maret 2026, Rahman bersama 16 calon pekerja lainnya berangkat menuju ke Sorong. Setelah tiba di Sorong pada 14 Maret 2026, para calon pekerja tersebut langsung berangkat menuju lokasi perusahaan perkebunan sawit.
"Setelah tiba di lokasi kerja, kami diberikan makan selama tiga hari sambil menunggu proses pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Pada tanggal 16 Maret 2026 kami langsung menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut," kata Rahman.
Pemeriksaan dilakukan secara bersama-sama dengan calon pekerja lainnya. Setelah itu hasil tes kesehatan menunjukan Rahman dan empat orang lainnya tidak dinyatakan lolos tes kesehatan.
"Saya dinyatakan tidak lolos karena kondisi mata minus jarak jauh serta riwayat saraf kejepit yang pernah saya alami pada tahun 2017. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka tidak dapat menerima saya bekerja karena alasan kesehatan dan tidak ingin mengambil risiko," ucapnya.
Rahman menjelaskan, setelah itu Rahman dan empat calon pekerja lainnya dijanjikan akan dipulangkan pada 28 Maret 2026. Namun 31 Maret 2026, mereka masih terlantar dan tidak bisa dipulangkan.
"Sampai saat ini saya masih belum mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan maupun agen mengenai pemulangan ke daerah asal," ungkapnya.
Pihaknya menambahkan saat ini telah meminta bantuan polisi setempat dan bisa ditampung di yayasan rumah singgah. Kemudian dirinya pun telah mencoba meminta bantuan melalui Dinsos Pemprov Jabar.
"Saya di sini belum jelas. Saat ini kondisi saya tidak memiliki uang sama sekali atau akses biaya untuk kembali ke kampung halaman di Bandung, Jawa Barat. Jadi harapannya bisa segera pulang," pungkasnya.
3. Tabrakan Maut di Puncak Cianjur, 1 Orang Tewas
Dua truk bertabrakan hingga terperosok ke parit di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (2/4/2026). Satu orang tewas dalam kecelakaan maut yang diduga dipicu rem blong itu.
Informasi yang dihimpun detikJabar, kecelakaan itu bermula ketika truk bernomor polisi B 9072 CQD yang dikemudikan Dede (56) dengan penumpang Nurdin (56), melaju dari arah Puncak menuju Cianjur, sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun, saat melalui jalan menurun di kawasan Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, laju truk tidak terkendali hingga menabrak truk di depannya.
"Saya sedang melaju dengan kecepatan rendah, karena kan jalannya menurun. Tapi tiba-tiba dari arah belakang ada truk yang menabrak," ujar Suherlan (34).
Menurut dia, tabrakan tersebut membuat truk bernomor polisi F 8470 WR itu terperosok ke parit di kiri jalan.
"Saking tidak tertahannya, jadi truk saya masuk ke parit. Begitu keluar dari mobil, truk yang menabrak bagian belakang juga masuk ke parit dengan kondisi bagian kemudian yang hancur," ujar dia.
Dia mengatakan truk yang menabrak bagian belakangnya diduga mengalami rem blong, bahkan sempat keluar asap dari bagian bannya.
"Tadi ada pengendara yang berhenti saat kecelakaan. Dan menjelaskan kalau ada asal dari bagian ban truk yang menabrak saya. Jadi diduga truk tersebut mengalami rem blong," kata dia.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Iptu Regina Adrilla Setiawan mengatakan kecelakaan tersebut menyebabkan pengemudi truk yakni Dede meninggal dunia.
"Korban jiwa ada satu orang yakni pengemudi truk yang belakang. Kemudian satu orang luka-luka yaitu kernetnya. Untuk truk yang di depan tidak mengalami luka," kata dia.
Dia menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
"Untuk penyelidikan sementara, sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Tapi terkait faktor lainnya masih kami telusuri," pungkasnya.
4. Rumah Ono Surono di Indramayu Digeledah KPK
Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama jajaran Polda Metro Jaya mendatangi rumah kediaman wakil ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, di Perumahan Graha Sudirman, Kelurahan Lemahmekar, Kabupaten Indramayu, Kamis (2/4/2026) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.
Kedatangan tim tersebut terjadi sekitar pukul sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Ketua RT setempat, Sahid, menyebutkan bahwa rombongan datang didampingi perwakilan dari pemerintah Kelurahan Lemahmekar.
Sahid merasa kaget karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan terhadap dirinya, terkait agenda penggeledahan yang dilakukan KPK ke salah satu rumah yang ada di wilayahnya tersebut.
"Saya kaget, tidak ada pemberitahuan sebelumnya," ujar Sahid saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, saat kedatangan tim, Ono Surono tidak berada di rumah karena sedang berada di Bandung untuk menjalankan tugas sebagai wakil ketua DPRD Jawa Barat.
"Pak Ono tidak ada di rumah. Beliau sedang di Bandung bersama istri, ada kegiatan di DPRD. Biasanya ke Indramayu saat libur saja," katanya.
Terkait kegiatan di dalam rumah, Sahid menyebut tim hanya mengambil sejumlah dokumen. Ia memastikan tidak ada barang berharga seperti uang yang dibawa dari lokasi.
"Yang dibawa hanya berkas-berkas yang ada di rumah. Tidak ada uang atau barang lainnya," ujarnya.
5. Pasutri Dibegal saat Hendak ke Pasar, Motor Raib
Pasangan suami istri asal Kota Cimahi jadi korban pembegalan di Jalan Abdul Halim, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah. Aksi pembegalan itu viral di media sosial.
Aksi pembegalan itu terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 04.17 WIB. Dalam video yang beredar di media sosial, korban sempat mencoba melawan pelaku gegara merampas motor mereka. Namun tak berdaya gegara pelaku membawa senjata tajam berjenis celurit.
Kedua korban berusaha meminta tolong pada warga setempat. Namun pelaku yang berjumlah dua orang berhasil melarikan diri sembari membawa motor matik milik korban.
"Ya betul kami sudah terima laporan terkait kejadian pencurian dengan kekerasa yang terjadi di Kelurahan Cigugur Tengah, Rabu dini hari," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Gofur mengatakan saat itu kedua korban yang berboncengan naik sepeda motor hendak pergi ke pasar. Kemudian saat melintas di lokasi kejadian, berpapasan dengan pelaku yang langsung melancarkan aksi perampasan. Korban yang terancam turun dari sepeda motor dan mencoba memberikan perlawanan hingga berteriak begal.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp25 juta karena motornya dibawa kabur. Cuma karena pelaku ini bercelurit sehingga pelaku leluasa melarikan diri," kata Gofur
Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus pembegalan tersebut. Polisi melakukan TKP hingga memeriksa sejumlah saksi, korban, serta pendalaman melalui rekaman CCTV.
"Polisi sekarang sedang bekerja, melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Mudah-mudahan terduga pelaku segera tertangkap," kata Gofur.
(bba/dir)











































