DPR Soroti Mandeknya Layanan Udara di Jawa Barat

DPR Soroti Mandeknya Layanan Udara di Jawa Barat

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 17:44 WIB
Daniel Mutaqien.
Daniel Mutaqien. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Jawa Barat berada dalam situasi janggal. Meski memiliki dua bandara besar, yakni Husein Sastranegara di Kota Bandung dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, provinsi ini justru minim layanan penerbangan reguler bagi masyarakat.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi V DPR RI Daniel Mutaqien. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut arah kebijakan dan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan infrastruktur yang dibangun dengan biaya besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya karena ini berkaitan dengan Komisi V, beberapa kali saya sampaikan bahwa memang harus ada upaya ekstra untuk menghidupkan Bandara Kertajati," ujar Daniel saat diwawancarai di Bandung, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, investasi besar yang telah digelontorkan untuk pembangunan Bandara Kertajati tidak boleh berakhir sia-sia tanpa aktivitas penerbangan yang memadai.

ADVERTISEMENT

"Karena biaya yang dikeluarkan untuk Bandara Kertajati lumayan, tidak sedikit yang dikeluarkan," tegasnya.

Daniel mendorong agar pemerintah pusat mencari terobosan konkret untuk menghidupkan bandara di Kabupaten Majalengka itu. Salah satu opsi yang dinilai realistis adalah menjadikan Kertajati sebagai pusat penerbangan haji dan umrah.

"Kemarin saya sempat menyampaikan, kalau memang Bandara Kertajati ada upaya yang bisa dilakukan adalah sebagai bandara haji dan umrah, ketika ada flight bisa lebih hidup kita dorong ke arah sana," katanya.

Meski demikian, ia mengakui pekerjaan rumah pemerintah masih panjang. Berbagai aspek, mulai dari kebijakan, operasional, hingga daya tarik maskapai, harus dibenahi secara serius.

"Tapi memang masih banyak yang harus dilakukan oleh kami dari pemerintah pusat, saya juga sering menyampaikan masukan keterkaitan dengan Bandara Kertajati," ujarnya.

Di sisi lain, Bandara Husein Sastranegara dinilai memiliki keterbatasan yang sulit diatasi dalam jangka panjang. Letaknya di tengah kota dengan runway yang terbatas membuat pengembangan menjadi sangat kompleks.

"Untuk bandara di Kota Bandung memang runway-nya juga pendek, terus padat penduduk dan untuk mengupgrade status bandara itu agak sulit," jelas Daniel.

Karena itu, perhatian kini harus difokuskan pada Bandara Kertajati sebagai masa depan transportasi udara Jawa Barat. Namun, satu hal krusial yang tak bisa diabaikan adalah akses menuju bandara tersebut yang harus terus dimaksimalkan.

"Cuma memang akses menuju Kertajati harus dimaksimalkan menurut saya," tandasnya.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads