Tumpukan Sampah Kotori Kebun Teh Pangalengan Bandung

Tumpukan Sampah Kotori Kebun Teh Pangalengan Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 15:18 WIB
Tumpukan sampah di kebun teh Pangalengan
Tumpukan sampah di kebun teh Pangalengan (Foto: Tangkapan layar).
Kabupaten Bandung -

Viral di media sosial tumpukan sampah berserakan di jalur menuju perkebunan teh, Kampung Bojongwaru, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sejumlah warga kesulitan melintas dan terganggu dengan adanya sampah tersebut.

Dari video yang dilihat detikJabar, Rabu (1/4/2026), terlihat tumpukan sampah berserakan di jalur tersebut. Sampah tersebut mayoritas plastik, styrofoam, hingga sampah rumah tangga.

Sejumlah warga terlihat mencoba membersihkan sampah dengan alat seadanya. Aksi tersebut kemudian direkam oleh ponsel warga dan videonya viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kerap melakukan pembersihan. Namun, sampah tersebut selalu kembali muncul dan berserakan di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah berkali-kali melaksanakan pembersihan, bahkan hingga memasang portal," ujar Vena, kepada detikJabar, Rabu (1/4/2026).

Pihaknya mengungkapkan masalah utamanya adalah adanya seorang oknum masyarakat yang mengambil sampah di beberapa titik Pangalengan. Kemudian, oknum tersebut memungut tarif dari warga sekitar.

"Nah setelah itu oknum itu tetapi justru membuangnya ke sana (jalur perkebunan) secara sembarangan," katanya.

Menurutnya, oknum yang melakukan pungutan tersebut dipastikan bukan petugas resmi dari DLH Kabupaten Bandung. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan tindakan ilegal.

"Langkah selanjutnya, kami akan memasang kamera pengawas (CCTV) dan memperketat penjagaan portal. Tujuannya agar kita bisa mengidentifikasi secara pasti siapa saja yang membuang sampah di lokasi tersebut," jelasnya.

Vena mengungkapkan tantangan lainnya adalah keterbatasan infrastruktur pengolahan sampah di Pangalengan. Pasalnya, saat ini belum tersedia Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan daya tampung besar.

"Belum ada (TPS), terkendala ketersediaan dan kesiapan lahan, itu sudah dikoordinasikan ke DLH," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi untuk menangani masalah sampah tersebut, terutama dalam mengawasi titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal.

"Untuk pengawasan, kita juga sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan semua unsur Muspika, Kades, Babinsa, dan sebagainya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads