Sebuah insiden tak terduga terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bersama penumpangnya tertimpa dahan pohon yang patah setelah tersenggol truk tronton yang melintas.
Peristiwa itu terjadi tepatnya di wilayah Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik. Saat itu, kondisi lalu lintas tengah ramai. Namun, situasi berubah mendadak ketika sebuah truk tronton yang seharusnya melaju di jalur cepat justru berpindah ke jalur lambat.
Di jalur tersebut, terdapat dahan pohon yang menjuntai cukup rendah ke arah jalan. Ketika truk melintas, bagian atas kendaraan menyenggol dahan pohon hingga akhirnya patah dan jatuh ke badan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat bersamaan, pengendara ojol bernama Umar yang tengah membonceng penumpangnya, Lia, melintas tepat di lokasi. Tanpa sempat menghindar, dahan pohon jenis ketapang itu langsung menimpa keduanya.
Meski insiden tersebut cukup mengejutkan, Umar dan Lia beruntung selamat. Keduanya hanya mengalami luka ringan.
"Tadi pas mau nyalip, ternyata truknya tabrak pohon, dahanya jatuh pas saya melintas," kata Umar.
"Tidak kenapa-kenapa, hanya kaki sedikit sakit," tambah Umar.
Lia, yang menjadi penumpang, mengaku merasakan nyeri di bagian kaki kanan. Namun, ia memastikan kondisinya tetap baik.
Di tengah situasi tersebut, kedua korban memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Mereka memaafkan sopir truk tronton yang juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu.
Sementara itu, dahan pohon yang sempat menutup badan jalan langsung dievakuasi oleh warga sekitar. Arus lalu lintas yang sebelumnya sempat tersendat pun berangsur kembali normal.
Namun, insiden ini memunculkan kekhawatiran baru. Tidak hanya di titik kejadian, kondisi serupa ternyata banyak ditemukan di sepanjang Jalan Soekarno Hatta. Dahan-dahan pohon terlihat menjuntai ke arah jalan, berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar seperti truk dan bus.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tersebut membentang dari Persimpangan Samsat-Kiaracondong hingga Bundaran Cibiru. Warga pun berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan perawatan dan pemangkasan pohon.
"Harus dilakukan perawatan, dipangkas dahan yang mengarah ke jalannya," kata Jajang (42) kepada detikJabar.
Menurut Jajang, kondisi pohon yang terlalu rimbun juga berisiko lebih besar saat cuaca buruk. Angin kencang dan hujan deras dapat memicu pohon tumbang dan membahayakan pengendara.
"Harus dipangkasin, jangan rimbun gitu, kalau kena angin dan hujan itu bisa roboh," ujarnya.
Selain membahayakan keselamatan, rimbunnya pepohonan juga berdampak pada penerangan jalan. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik tertutup dedaunan, membuat kondisi jalan menjadi gelap pada malam hari.
"Selain itu, pohon-pohon ini juga menutup penerangan jalan umum (PJU) di jalan ini sehingga jalan gelap di saat malam karena PJU tertutup dedaunan," pungkasnya.
