Pemerintah Pusat resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan kebijakan itu tidak akan mengganggu sektor pelayanan publik di wilayahnya.
Farhan mengatakan, saat ini kebijakan WFH akan dirapatkan kembali untuk mencari formulasi ideal. Sebab, Farhan berencana mengecualikan sejumlah sektor dari kebijakan tersebut agar tetap memberikan pelayanan secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"WFH itu kan akan mulai hari Jumat, ya. Nah, hari ini kita akan rapim untuk menentukan teknis WFH yang paling efektif seperti apa," katanya, Rabu (1/4/2026).
Rencananya, kata Farhan, sejumlah OPD yang tidak bekerja dari rumah di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hingga petugas pemadam kebakaran. Bahkan, kantor kecamatan yang melayani dokumen kependudukan juga bakal tetap berkantor seperti biasanya.
"Untuk layanan publik enggak akan WFH. DPMPTSP tetap ada, Damkar tetap standby, karena Damkar tidak mungkin melakukan online. Kecamatan, khusus untuk Dukcapil dan layanan sosial, tetap tidak akan di-WFH-kan. Semuanya standby," ujarnya.
Kemudian, Farhan mengatur skema bagi para ASN yang tetap berkantor selama kebijakan WFH berlaku. Mereka nantinya didorong berangkat dari rumah menggunakan kendaraan umum atau bersepeda.
"Jadi pada hari Jumat kami bersama dengan Forkopimda berkesepakatan untuk memberikan contoh, yang ngantor berangkat ke kantornya tidak pakai mobil dinas, tidak pakai kendaraan bermotor, sebisa mungkin pakai kendaraan umum dan pakai sepeda. Dan akan kita umumkan sama-sama nanti," ungkapnya.
Lalu, selama kebijakan WFH, para ASN diimbau agar tidak memanfaatkannya untuk berlibur. Farhan akan memimpin langsung peninjauan skema tersebut agar bisa berjalan optimal.
"Yang mesti kita pikirkan kan begini, saat WFH itu, i yang baru kepikiran, semua orang harus punya perangkat di rumahnya masing-masing. Kedua, juga bukan berarti boleh jalan-jalan sembarangan. Dan yang ketiga, pimpinan tetap harus ngantor, karena bagaimanapun juga melakukan pengendalian melalui media online. Fasilitas yang paling bagus adanya di kantor," katanya.
"Hari ini kita akan ngobrol, rapat pimpinan di Balai Kota. Kita akan lihat, mudah-mudahan sih lancar semuanya. Tujuannya untuk memangkas konsumsi BBM, supaya BBM jangan sampai naik. Kita pernah melakukan hal ini kan, baik dari sisi normatif maupun sisi ekstrem, waktu COVID contohnya," pungkasnya.
(iqk/iqk)
