DPRD Jabar Wanti-wanti Krisis Sampah di Bandung Raya

DPRD Jabar Wanti-wanti Krisis Sampah di Bandung Raya

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 18:08 WIB
TPA Sarimukti.
TPPAS Sarimukti. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Ancaman krisis sampah di Bandung Raya kian nyata. Komisi IV DPRD Jawa Barat menilai daya tampung Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti berada di titik kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan lama.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mengungkapkan kondisi terbaru di lapangan menunjukkan kapasitas Sarimukti kian mengkhawatirkan. Zona V, yang menjadi benteng terakhir pembuangan, kini nyaris penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan pemantauan dan laporan yang kami terima hari ini, areanya sudah nyaris penuh serta diperkirakan hanya mampu menerima kiriman kurang lebih satu tahun lagi," ujar Tedy, Selasa (31/3/2026).

Kondisi ini menjadi alarm serius, mengingat fasilitas pengganti, yakni TPPAS Legok Nangka, baru ditargetkan beroperasi pada 2029. Artinya, ada potensi kekosongan solusi selama beberapa tahun ke depan jika tidak diantisipasi sejak dini.

ADVERTISEMENT

DPRD menilai, tanpa langkah cepat dan terintegrasi, Jawa Barat berisiko menghadapi darurat sampah, khususnya di wilayah Bandung Raya yang selama ini bergantung sepenuhnya pada Sarimukti.

Untuk itu, Komisi IV DPRD Jawa Barat menyerukan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar segera mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat hulu.

Fokus utama diarahkan pada pemilahan sampah dari sumbernya, terutama skala rumah tangga. Selain itu, pengelolaan sampah organik didorong agar tuntas di lingkungan masing-masing tanpa harus dibuang ke TPPAS.

"Kita harus mendorong masyarakat, khususnya di Bandung Raya, agar disiplin melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, terutama untuk sampah organik yang harus dituntaskan di tingkat rumah tangga dan lingkungan," ucapnya.

Tedy menegaskan, pengurangan volume sampah yang dibuang ke Sarimukti menjadi langkah krusial untuk memperpanjang usia pakai zona yang tersisa.

"Langkah ini menjadi kunci untuk menekan beban kiriman ke Sarimukti yang kapasitasnya sudah sangat terbatas," ujarnya.

Di sisi lain, Tedy memastikan DPRD terus mengawal pembangunan TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung agar berjalan sesuai jadwal.

"Kami juga berkomitmen terus mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar proses transisi menuju TPPAS Legok Nangka berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas kebersihan lingkungan di Jawa Barat," pungkasnya.

(ral/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads