Jumlah Fantastis Sampah di Pangandaran Saat Libur Lebaran

Jumlah Fantastis Sampah di Pangandaran Saat Libur Lebaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 17:30 WIB
Sampah di Pantai Pangandaran.
Sampah di Pantai Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Lonjakan kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran memicu kenaikan volume sampah secara signifikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mencatat sedikitnya 110 ton sampah diangkut setiap hari selama masa libur panjang Lebaran.

Volume sampah di kawasan wisata tersebut terpantau terus meningkat. Jika pada hari libur biasa rata-rata berada di angka 80 ton per hari, selama periode libur Lebaran ini jumlahnya melonjak hingga 110 ton per hari untuk cakupan seluruh wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, menjelaskan bahwa kapasitas sampah harian mengalami kenaikan dari semula 80 ton menjadi 110 ton dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

"Jadi ada kenaikan sekitar 35 persen, yang dari objek wisata saja, yang biasanya volume sampah dari 10 ton per hari, menjadi 35 ton per hari," katanya.

ADVERTISEMENT
Sampah di Pantai Pangandaran.Sampah di Pantai Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

Guna mencegah penumpukan, pihak dinas mengintensifkan proses pengangkutan menjadi dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Langkah ini difokuskan terutama di titik-titik keramaian kawasan wisata.

"Alhamdulilah, selama libur Lebaran tidak ada tumpukan sampah yang terlalu lama menumpuk di kawasan wisata, karena kita melakukan treatment (perawatan) tersebut," ucapnya.

Irwansyah menambahkan seluruh sampah yang diangkut langsung dibuang ke TPA Purbahayu. Limbah tersebut didominasi oleh sampah domestik dari pengunjung serta operasional hotel.

"Sampah yang masuk ke TPA Purbahayu mencapai 250 persen kenaikannya," katanya.

Di sisi lain, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memastikan armada pengangkut sampah saat ini dalam kondisi prima. Perbaikan telah dilakukan terhadap sejumlah unit yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan teknis.

Hendro, salah seorang pelaku usaha wisata di kawasan tersebut, mengamati bahwa mayoritas sampah yang dihasilkan selama libur Lebaran adalah limbah kelapa muda dan kemasan plastik.

"Karena yang dibeli kebanyakan itu, kelapa, minuman," katanya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads