Petugas Pakai Detergen Padamkan Truk Gas Terbakar di Sukabumi

Petugas Pakai Detergen Padamkan Truk Gas Terbakar di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 20:19 WIB
Petugas Damkar Palabuhanratu gunakan air campur detergen padamkan kobaran api dari truk pengangkut LPG
Petugas Damkar Palabuhanratu gunakan air campur detergen padamkan kobaran api dari truk pengangkut LPG (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Upaya pemadaman truk pengangkut gas LPG 3 kilogram yang terbakar di Jalan Raya Citarik, Kampung Cibarengkok, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sempat menemui tantangan berat.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus memutar otak karena api yang bersumber dari kebocoran gas sulit dijinakkan hanya dengan air biasa.

Petugas Damkar Pos Wilayah I Palabuhanratu menerima laporan insiden tersebut pada sore hari saat arus lalu lintas sedang padat-padatnya. Meski terkendala kemacetan, tim berhasil mencapai titik api dalam waktu singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terima laporan sekitar pukul 17.12 WIB. Kondisi jalan padat, namun kami tiba di lokasi pukul 17.20 WIB. Saat tiba, api masih berkobar hebat dari truk pengangkut LPG," ujar Komandan Pos (Danpos) Damkar Wilayah I Palabuhanratu, Aceng Ismail, Kamis (26/3/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Aceng menjelaskan bahwa memadamkan api yang bersumber dari gas memerlukan teknik khusus. Jika hanya menggunakan air, dikhawatirkan api justru akan semakin membesar atau sulit dikendalikan karena sifat gas yang terus menyembur.

"Gas itu susah dipadamkan. Kalau di ruang tertutup mungkin bisa pakai kain, tapi ini di ruang terbuka. Akhirnya kami mencari solusi menggunakan detergen," ungkapnya.

Petugas kemudian memasukkan bubuk detergen ke dalam tangki mobil pemadam kebakaran. Cairan tersebut dikocok terlebih dahulu di dalam tangki sebelum disemprotkan ke titik api yang membakar tabung-tabung gas melon tersebut.

"Detergen dimasukkan ke tangki mobil pemadam, dikocok dulu baru disemprotkan. Alhamdulillah, dengan cara itu api bisa dipadamkan," tambahnya.

Berkat penggunaan campuran air dan detergen tersebut, kobaran api yang sempat memutus jaringan listrik di Kampung Cibarengkok berhasil dikuasai. Seluruh proses, mulai dari penyemprotan hingga pendinginan, memakan waktu sekitar satu jam.

"Proses pemadaman kurang lebih satu jam sejak kami tiba di lokasi," pungkas Aceng.

Meski truk mengalami kerusakan parah, beruntung karena kejadian berada di ruang terbuka, tabung-tabung gas tersebut tidak sampai menimbulkan ledakan yang membahayakan pemukiman warga sekitar.

Arus Lalin Kembali Lancar

Arus lalu lintas wisatawan yang melintasi jalur utama Palabuhanratu-Sukabumi sempat mengalami hambatan serius akibat insiden terbakarnya mobil angkutan gas di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik.

Namun, berkat kesiapsiagaan petugas gabungan, situasi di lokasi kini mulai berangsur normal.

Untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik kebakaran, petugas Kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas. Penutupan dilakukan di sejumlah titik strategis untuk mengurai kepadatan, terutama bagi wisatawan yang hendak kembali dari arah pantai.

Kondisi arus lalin di TKP truk terbakar di SukabumiKondisi arus lalin di TKP truk terbakar di Sukabumi Foto: Istimewa

Kendaraan dari arah objek wisata Pantai Citepus dan Cisolok diarahkan petugas di persimpangan Gunung Butak untuk mengambil jalur alternatif via Cikidang.

Langkah selektif ini diambil guna mengurangi beban kendaraan di seputaran wilayah Bagbagan hingga Citarik yang sempat lumpuh.

Pengerahan Personel dan Water Canon

Kanit Regident Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Hari Fajar Iswahyudi, menyatakan bahwa proses evakuasi melibatkan puluhan personel gabungan untuk memastikan api benar-benar padam dan kendaraan dapat dipinggirkan.

"Personel kepolisian ada 30 orang, dari Satlantas, Sabhara, kemudian satu unit water canon dikerahkan untuk membantu pemadaman Damkar. Untuk evakuasi sudah berhasil dilaksanakan, mobil sudah padam dan sudah kepinggir," jelas Ipda Hari Fajar saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

Setelah proses pendinginan dan evakuasi bangkai kendaraan ke bahu jalan selesai, petugas mulai memprioritaskan aliran kendaraan yang sempat terjebak macet panjang.

"Kendaraan sudah kepinggir, kami utamakan (arus kendaraan) yang mengarah ke Sukabumi dari Palabuhanratu. Saat ini arus lalu lintas sudah lancar di kedua jalur," tambahnya.

Meski jalur utama sudah kembali dibuka, petugas masih melakukan penjagaan di titik-titik rawan untuk memastikan sisa-sisa material kebakaran tidak membahayakan pengguna jalan.

Kendaraan wisatawan pun diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di setiap persimpangan.



(sya/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads