GT Parungkuda Tol Bocimi Macet Total, Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

GT Parungkuda Tol Bocimi Macet Total, Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 23 Mar 2026 10:47 WIB
ScreenshotKemacetan di GT Parungkuda Tol Bocimi, Senin (23/3/2026).
Kemacetan di GT Parungkuda Tol Bocimi, Senin (23/3/2026). (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Kemacetan panjang terjadi di kawasan Gerbang Tol (GT) Parungkuda Tol Bocimi hingga jalan arteri pada hari ketiga Hari Raya Idulfitri 2026. Antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi hari, didominasi mobil pribadi dan sepeda motor yang melaju tersendat, bahkan nyaris tak bergerak di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (23/3/2026) hingga pukul 10.00 WIB, kepadatan tak hanya terjadi di akses keluar tol, tetapi juga merambat ke jalur arteri. Sejumlah kendaraan tampak harus mengantre cukup lama untuk bisa melintas, sementara petugas berupaya mengatur arus lalu lintas di tengah tingginya volume kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan mobilitas warga pada masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor utama kepadatan. Selain itu, pertemuan arus kendaraan dari jalan tol dan jalur arteri membuat beban lalu lintas meningkat signifikan, sehingga memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan di wilayah Sukabumi.

Andri (34), salah seorang pengendara asal Bogor, mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di kawasan tersebut. Ia menyebut kendaraannya hanya bisa merayap sedikit demi sedikit.

ADVERTISEMENT

"Dari keluar tol sampai sini bisa lebih dari satu jam, nyaris nggak bergerak sama sekali. Macetnya parah," ujarnya di jalan arteri, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain seperti Pasar Cibadak, Jembatan Angkrong, hingga kawasan Sundawenang. Di lokasi tersebut, laju kendaraan melambat akibat penyempitan lajur serta aktivitas masyarakat di sekitar jalan.

ScreenshotKemacetan di GT Parungkuda Tol Bocimi, Senin (23/3/2026).ScreenshotKemacetan di GT Parungkuda Tol Bocimi, Senin (23/3/2026). Foto: Siti Fatimah/detikJabar

"Di sinilah terlihat kepadatan karena terjadi bootleneck setelah keluar Exit Tol Parungkuda masuk arteri, dari tiga lajur (terjadi penyempitan) menjadi satu lajur di jembatan yang saat ini dalam proses pembangunan sehingga satu lajur," kata Kapolres Sukabumi AKBP Samian dalam wawancara sebelumnya.

Di sisi lain, pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3-Karangtengah yang dibuka secara fungsional juga memberikan efek ganda. Kepadatan di Parungkuda dapat terpecah bagi pengemudi yang menuju Kota Sukabumi-Cianjur, namun juga dapat menimbulkan titik kemacetan baru, terutama di jalur alternatif Nagrak-Karangtengah.

"Saat ini termonitor beban jumlah kendaraan, kapasitas jalan tidak berbanding, sehingga rekayasa lalin hanya memperingan, mengurangi kepadatan," ujarnya.

Hingga saat ini, sejumlah petugas kepolisian tengah melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas guna menghindari kemacetan panjang. Beberapa rekayasa lalu lintas akan diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads