Pesisir Pantai Karang Hawu, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, diserbu ribuan wisatawan pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026). Lautan manusia tampak memadati garis pantai ikonik di selatan Jawa Barat ini sejak pagi hari.
Pantauan detikJabar di lokasi, suasana riuh rendah menyelimuti bibir pantai. Suara petugas gabungan dari pengeras suara nyaris tak berhenti mengingatkan para pelancong agar tidak nekat berenang menjauhi titik aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beberapa titik, bendera merah tanda larangan berenang sudah terpasang kuat. Petugas juga terlihat silih berganti melakukan patroli pesisir untuk memastikan tidak ada wisatawan yang membandel.
"Bapak, Ibu, mohon jangan berenang ke tengah! Ombak sedang pasang, tolong perhatikan bendera merah!" teriak petugas melalui pelantang suara yang menggema di sepanjang pantai.
Tak hanya larangan berenang, petugas juga mewanti-wanti pengunjung yang asyik berswafoto di area karang. Mengingat air laut yang sedang pasang, area pinggiran karang menjadi sangat berbahaya karena hantaman ombak bisa datang sewaktu-waktu.
Langkah preventif ini pun diapresiasi oleh pengunjung. Rahman (38), wisatawan asal Bogor, mengaku tidak risi dengan imbauan petugas yang terus-menerus berbunyi.
"Justru bagus petugasnya 'cerewet' begitu. Kadang kalau sudah asyik main air atau foto-foto kan kita suka lupa diri. Dengan adanya suara pengeras suara dan petugas yang mondar-mandir, kita jadi selalu diingatkan kalau keselamatan itu nomor satu," kata Rahman kepada detikJabar.
Meski jalur menuju lokasi wisata terpantau padat merayap, hal itu nampaknya tidak menyurutkan semangat warga untuk berlibur.
Menembus kemacetan berjam-jam dianggap sebagai bumbu wajib libur Lebaran.
Siska (32), pengunjung asal Bandung, menyebut kemacetan adalah 'seni' liburan yang akan selalu dikenang. Ia bersama keluarganya bahkan sudah menyiapkan perbekalan lengkap di dalam mobil untuk menghadapi kepadatan jalur.
"Macet itu sudah jadi seni libur Lebaran yang bakal dikenang nanti kalau sudah pulang. Memang padat sekali tadi di jalan, tapi kami bawa santai saja. Perbekalan makanan dan minuman di mobil juga sudah siap. Kalau nggak macet, bukan Lebaran namanya," tuturnya sambil tertawa.
"Hanya memang ada beberapa ruas di jalan nasional yang rusak parah. Kabarnya karena adanya bencana alam, selain padat debunya juga tidak terhindarkan," sambungnya.
Hingga saat ini, arus wisatawan menuju Karang Hawu dan sekitarnya terpantau masih tinggi. Petugas gabungan masih bersiaga penuh di lapangan guna memastikan keamanan para pelancong.
(sya/dir)











































