16 Rumah di 4 Kecamatan Cianjur Rusak Diterjang Angin Kencang

16 Rumah di 4 Kecamatan Cianjur Rusak Diterjang Angin Kencang

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 08:30 WIB
Ilustrasi hujan angin kencang. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi angin kencang. (Chat GPT)
Cianjur -

Belasan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Cianjur rusak akibat diterjang angin kencang, Jumat (20/3) petang. Bahkan, empat di antaranya rusak parah lantaran tertimpa pohon tumbang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi mengatakan, hujan deras disertai angin kencang pada Jumat petang sekitar pukul 17.00 WIB terjadi di hampir seluruh wilayah Cianjur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dampak terparah terjadi di empat kecamatan, yakni Karangtengah, Sukaluyu, Cianjur, dan Bojongpicung.

"Dari data yang kami terima ada sebanyak 16 rumah yang rusak akibat angin kencang," kata Iwan saat ditemui di Pos Terpadu Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, di Kecamatan Cianjur terdapat 12 rumah yang atapnya rusak terempas angin kencang. Sedangkan di Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah, terdapat empat rumah tertimpa pohon.

"Untuk di Bojongpicung ada 1 rumah yang atapnya rusak. Jadi yang terparah di Kecamatan Cianjur mencapai belasan rumah rusak. Tapi di Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah ada rumah yang tertimpa pohon yang tumbang diterjang angin kencang," jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Para korban sudah diungsikan," ujar Iwan.

Iwan menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan material atap bagi korban yang rumahnya rusak berat. Hal ini dilakukan agar rumah tersebut bisa segera diperbaiki dan dapat digunakan kembali oleh warga saat Lebaran.

"Untuk yang sebatas atap yang rusak kami upayakan bantuan seng. Supaya rumahnya dapat digunakan lagi untuk berlebaran. Tapi untuk yang rusak parah tertimpa pohon tukang, sementara diungsikan ke kerabat atau tetangganya," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads