Wanita di Sukabumi Pingsan Saat Belanja hingga Kesurupan

Wanita di Sukabumi Pingsan Saat Belanja hingga Kesurupan

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 13:34 WIB
Wanita Sukabumi saat dievakuasi petugas karena pingsan.
Wanita Sukabumi saat dievakuasi petugas karena pingsan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Suasana H-1 Lebaran di depan Pasar TPI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger pada Kamis (19/3/2026). Seorang ibu rumah tangga berinisial T (43) tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri di tengah kepadatan warga yang sedang berburu kebutuhan hari raya.

Beruntung, kejadian ini terpantau oleh Tim Urai Polres Sukabumi yang sedang berpatroli di sekitar pasar. Petugas langsung bergerak cepat melakukan evakuasi menuju Pos Pam Terpadu Gadobangkong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ada kejadian tak terduga saat proses penanganan berlangsung di ruang medis. Bukannya tenang saat siuman, korban justru sempat berteriak histeris layaknya orang yang sedang kesurupan.

Bidan Puskesmas Palabuhanratu, Eneng Novianti, menceritakan bahwa saat ditemukan, kondisi korban memang sudah tidak sadarkan diri. Petugas langsung membopongnya ke Pos Kesehatan Gadobangkong untuk mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

"Tadi kita dapat keluhan dari warga ada yang pingsan di TPI. Pas kita sampai di sana, posisi Ibu memang tidak sadarkan diri. Pas dicek, tensinya mencapai 150," ungkap Novi kepada detikJabar, Kamis (19/3/2026).

Namun, ketegangan berlanjut saat korban mulai siuman. Bukannya tenang, Ibu T justru berteriak histeris layaknya orang yang sedang kesurupan. Fenomena ini pun sempat mengundang perhatian warga di sekitar Pos Kesehatan.

"Setelah diobservasi, si Ibu memang sempat teriak-teriak kayak kesurupan. Katanya memang bukan sekali ini saja, di rumahnya juga sering begitu," tambah Novi.

Dari sisi medis, Novi menjelaskan kondisi fisik korban memang sedang drop. Selain tensi yang tinggi, korban diketahui sedang tidak berpuasa namun belum sempat sarapan maupun minum saat berangkat dari rumahnya di Kampung Cibeas, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

"Mungkin faktor desak-desakan saat belanja dan cuaca yang sangat panas memicu imunnya turun, ditambah masalah asam lambung karena belum makan," jelasnya.

Berkat penanganan cepat tim gabungan, kondisi T perlahan stabil dan sudah diperbolehkan pulang bersama suaminya.

Novi mengimbau masyarakat yang hendak berbelanja di momen puncak jelang Lebaran ini untuk tetap memperhatikan kondisi fisik.

"Usahakan sudah sarapan dari rumah kalau tidak puasa, dan pilih waktu belanja saat cuaca tidak terlalu terik agar tidak memicu gangguan kesehatan," pungkas Novi.

Kesigapan personel di lapangan ini dibenarkan oleh Kepala Pos Pam Terpadu Gadobangkong, Iptu Sapri. Ia menyebut koordinasi unit di lapangan menjadi kunci penanganan cepat warga yang membutuhkan pertolongan.

"Informasi awal kami terima dari Pos Pelayanan TPI saat warga sedang belanja. Tim Urai Samapta yang kebetulan patroli langsung berkoordinasi dengan petugas di Pos Terpadu Gadobangkong untuk evakuasi," jelas Sapri.

Sapri menambahkan, di Pos Terpadu Gadobangkong pihaknya menyiagakan tim medis gabungan dari Dokpol Polres Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Selain urusan medis, pos tersebut juga ramah bagi pemudik atau warga yang kelelahan.

"Selain pelayanan medis, kami juga menyiapkan tempat peristirahatan, tempat bermain anak, dan juga fasilitas lainnya di belakang Pos Terpadu," pungkas Sapri.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads