Siswa SMAN 5 Bandung Tewas, Dedi Mulyadi Soroti Jam Malam

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 20:31 WIB
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM (Adrial/detikcom)
Bandung -

Duka menyelimuti dunia pendidikan di Bandung setelah seorang siswa SMAN 5 Bandung, Fahdly Arjasubrata (17), meninggal dunia dalam insiden di Jalan Cihampelas pada Jumat (13/3/2026) malam. Peristiwa itu terjadi saat korban baru saja pulang dari kegiatan buka puasa bersama dengan teman-temannya.

Kematian Fahdly turut mendapat perhatian dari Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Ia menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus menyoroti berbagai aspek yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengawasan terhadap anak-anak di luar rumah pada malam hari.

"Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya adinda Fahdly yang meninggal setelah buka puasa bersama, buka puasanya sampai jam 10 malam, di jalan ada pelemparan," ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pelaku dalam kasus tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, tindakan kekerasan seperti itu tidak bisa ditoleransi.

"Pelaku harus diproses secara hukum," tegasnya.

Ingatkan Orang Tua soal Jam Malam

Selain menyoroti proses hukum, Dedi juga kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya terkait aturan jam malam yang sebelumnya telah disepakati.

Ia menyebut para orang tua sebenarnya telah menandatangani pernyataan terkait sejumlah komitmen, termasuk kewajiban anak berada di rumah pada malam hari.

"Imbauan kepada seluruh orang tua, kan sudah menandatangani pernyataan anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor, ada jam malam jam 9 harus di rumah, mohon itu ditaati agar peristiwa ini tidak terus terjadi," katanya.

Menurut Dedi, pengawasan dari orang tua harus semakin diperketat. Ia juga mengingatkan agar perhatian orang tua tidak hanya tertuju pada anak perempuan saja.

"Orang tuanya pengawasannya pada anaknya harus makin tinggi, dan diingat juga orang tua itu jangan hanya gelisah pada anak perempuan, anak laki-laki juga harus gelisah karena menurut saya ancaman pada anak laki-laki tidak lebih berat dari anak perempuan bahkan lebih tinggi," ujarnya.

Simak Video "Video: Dijanjikan Kompensasi oleh KDM, Puluhan Kios Liar Jalur Puncak Dirobohkan"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork