Duka menyelimuti dunia pendidikan di Bandung setelah seorang siswa SMAN 5 Bandung, Fahdly Arjasubrata (17), meninggal dunia dalam insiden di Jalan Cihampelas pada Jumat (13/3/2026) malam. Peristiwa itu terjadi saat korban baru saja pulang dari kegiatan buka puasa bersama dengan teman-temannya.
Kematian Fahdly turut mendapat perhatian dari Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Ia menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus menyoroti berbagai aspek yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengawasan terhadap anak-anak di luar rumah pada malam hari.
"Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya adinda Fahdly yang meninggal setelah buka puasa bersama, buka puasanya sampai jam 10 malam, di jalan ada pelemparan," ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bahwa pelaku dalam kasus tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, tindakan kekerasan seperti itu tidak bisa ditoleransi.
"Pelaku harus diproses secara hukum," tegasnya.
Ingatkan Orang Tua soal Jam Malam
Selain menyoroti proses hukum, Dedi juga kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya terkait aturan jam malam yang sebelumnya telah disepakati.
Ia menyebut para orang tua sebenarnya telah menandatangani pernyataan terkait sejumlah komitmen, termasuk kewajiban anak berada di rumah pada malam hari.
"Imbauan kepada seluruh orang tua, kan sudah menandatangani pernyataan anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor, ada jam malam jam 9 harus di rumah, mohon itu ditaati agar peristiwa ini tidak terus terjadi," katanya.
Menurut Dedi, pengawasan dari orang tua harus semakin diperketat. Ia juga mengingatkan agar perhatian orang tua tidak hanya tertuju pada anak perempuan saja.
"Orang tuanya pengawasannya pada anaknya harus makin tinggi, dan diingat juga orang tua itu jangan hanya gelisah pada anak perempuan, anak laki-laki juga harus gelisah karena menurut saya ancaman pada anak laki-laki tidak lebih berat dari anak perempuan bahkan lebih tinggi," ujarnya.
Program Pembinaan Tetap Berjalan
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung program pembinaan disiplin yang selama ini dijalankan pemerintah daerah, termasuk kegiatan pelatihan di barak militer bagi para remaja.
"Barak militer sampai sekarang aktif, pelatihan masih jalan, nanti habis lebaran akan dimulai lagi," ucapnya.
Ia menilai pembinaan tersebut menjadi salah satu upaya membangun kedisiplinan generasi muda agar terhindar dari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Terkait peran sekolah, Dedi menilai pengawasan utama tetap berada di tangan orang tua ketika kegiatan siswa berlangsung di luar jam belajar.
"Sekolah ya pada jam sekolah, kalau sudah di luar jam sekolah peran orang tua," katanya.
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana memperketat penerapan aturan jam malam bagi pelajar setelah masa Lebaran berakhir.
"Nanti setelah lebaran kita tegaskan lagi begitu, yang paling utama seluruh rangkaian itu ada di tugas bupati wali kota sehingga bupati wali kota harus melakukan pengetatan, patroli harus terus jalan," kata Dedi.
Simak Video "Video: KLH-Pemprov Jabar Percepat Pembangunan Proyek Sampah Jadi Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)











































