Reaksi Farhan Usai Kematian Tragis Siswa SMAN 5 Bandung

Reaksi Farhan Usai Kematian Tragis Siswa SMAN 5 Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 15 Mar 2026 16:34 WIB
Wali Kota Bandung Farhan
Wali Kota Bandung Farhan (Foto: Rifat Alhamidi)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ikut berduka atas meninggalnya siswa kelas XI SMAN 5 Bandung bernama Fahdly Arjasubrata (17). Korban meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung pada Jumat (13/3) malam setelah diduga menjadi korban bentrokan antarpelajar.

Farhan berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan penyelidikan atas tragedi tersebut. Dengan banyaknya kabar yang bermunculan soal penyebab kematian korban, ia pun mendorong supaya penyelidikan itu bisa menemukan titik terang.

"Saya sangat prihatin dan sangat berduka atas wafatnya anak kita yang terjadi karena diperkirakan sebuah kecelakaan, tapi belum dipastikan. Tentunya kita berharap pihak berwenang menuntaskan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut, sehingga kita bisa mengetahui siapa yangbertanggungjawab dan secara hukum memang harus dibuktikan," kata Farhan dikutip Minggu (15/3/2026).


Sebagai orang tua, Farhan juga turut merasakan kepergian anaknya yang seusia dengan korban. Sebab pada 2015 yang lalu, sang anak, Muhammad Ridzky Khalid atau Kiki, wafat karena dikabarkan mengalami penyakit leukimia.

"Saya ikut merasakan kehilangan luar biasa kepada orangtua korban. Saya sebagai seorang orangtua yang kehilangan anak di usia 16 tahun juga merasakan kehilangan, dan saya memiliki empati yang sangat besar dan berduka dalam hal ini," ungkapnya.

Usai tragedi ini, Farhan memastikan akan memulai pembinaan terhadap kelompok siswa SMA bersama Polrestabes Bandung. Sebab berdasarkan informasi yang ia terima, para pelajar SMA di Bandung kerap berkelompok di tempat seperti warung dekat sekolah dan teridentifikasi menamakan dirinya dalam kelompok tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Dengan demikian kamimengajak para kepala sekolah dan guru mulai berbagi informasi bersama kami, karenabagaimanapun Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung tidak bisa melakukan upaya maksimal," tuturnya.

"Setahun lalu saya melakukan patroli pertama kali bersama Prabu, dan saya menemukan rata-rata yang melakukan pelanggaran itu yang nongkrong sambil minum minuman keras. Itu rata-rat anak sekolah SMP dan SMA, itu sangat mengkhawatirkan, dan kami sangat menyesalkan bahwaini terjadi tanpa bisa kami cegah. Ke depan kami akan lebih ketat bersama Polrestabes memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi," pungkasnya.



(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads