Farhan Minta Tragedi Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Tak Timbulkan Dendam

Farhan Minta Tragedi Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Tak Timbulkan Dendam

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 21:30 WIB
Wali Kota Bandung Farhan
Wali Kota Bandung M Farhan (Foto: Istimewa).
Bandung -

Polisi menetapkan enam tersangka dalam tragedi kematian siswa kelas XI SMAN 5 Bandung, Fahdly Arjasubrata (17). Korban meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jumat (13/4/2026) malam.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Awalnya, Farhan menyatakan keprihatinannya lantaran terdapat anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus hukum ini.

"Pada prinsipnya kita tentu sangat prihatin, bahwa ternyata yang ditetapkan adalah anak-anak kita juga. Karena masih dalam usia anak-anak, maka kita berkewajiban untuk memastikan melindungi identitas mereka dan dilaksanakan proses hukumnya dalam kerangka perlindungan anak-anak," katanya saat ditemui di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Farhan menegaskan pihaknya akan mendampingi keluarga korban maupun pelaku dalam kasus ini. Sebab, ia tidak menginginkan perkara tersebut justru memicu perasaan dendam yang lebih meluas.

"Yang kami lakukan adalah, tentu saja melakukan pendampingan kepada keluarga, baik keluarga korban maupun keluarga pelaku. Sehingga kami memastikan bahwa hal ini tidak menimbulkan dendam. Tidak boleh ada itu, kita harus pastikan itu," ungkapnya.

"Kerjasama kami dengan sekolah-sekolah yang terlibat, siswa-siswanya, agar betul-betul terbuka. Bagaimanapun juga, kerangka kepastian hukumnya sudah ada, tapi pada saat bersamaan kita juga harus menangani ekses psikologisnya, baik kepada anak-anaknya maupun kepada keluarganya," tambahnya.

Farhan memastikan akan berupaya mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Poin yang disorotinya adalah jangan sampai insiden ini menimbulkan dendam, terutama di kalangan pelajar.

"Ekses psikologisnya kepada anak-anak, satu tidak boleh ada dendam, kedua tidak boleh ada lagi kejadian seperti ini. Karena gini, itu warganya kan warga Bandung. Bagaimanapun juga, warga Bandung itu tetap harus berada di dalam penanganan dari Pemerintah Kota Bandung," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tol Cipularang Padat Merayap Menuju Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads