Walhi Jawa Barat (Jabar) menyoroti pernyataan tegas Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol. Saat berkunjung ke Pasar Caringin, Kota Bandung pekan lalu, Hanif mengancam akan memidanakan pengelola kawasan komersial yang abai terhadap penanganan sampah, serta melarang penggunaan insinerator mini karena dinilai mengancam lingkungan.
Namun, Walhi menilai sikap Hanif Faisol tersebut inkonsisten. Pasalnya, Hanif justru mendorong penggunaan teknologi refuse derived fuel (RDF) dalam penanganan sampah.
"Menurut kami, apa yang disampaikan menteri bukanlah solusi tepat dan bijak dalam penanganan sampah. Hal itu justru akan menambah masalah baru di kemudian hari, seperti usulan RDF dan teknologi PSEL," kata Manager Divisi Pendidikan dan Koordinator Tim Advokasi Persampahan Walhi Jabar, M. Jefry Rohman, Kamis (22/1/2025).
Jefry menilai pemerintah tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang dari teknologi tersebut. Menurutnya, emisi yang dihasilkan dari proses RDF sangat berbahaya bagi manusia dan alam.
"Menteri tidak paham bahwa penerapan kebijakan RDF berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernapasan (sesak napas, ISPA) hingga iritasi kulit akibat polusi udara dari gas berbahaya seperti dioksin, furan, dan VOCs. Sementara bagi lingkungan, ada potensi peningkatan emisi gas rumah kaca serta pencemaran tanah dan air," tambahnya.
Simak Video "Video: Menteri LH Minta Pramono-KDM Siapkan Lahan untuk PSEL"
(ral/mso)